Breaking News:

Pemilu 2024

Pemilu 2024, Syarief Hasan: Perlu Ada Jeda Waktu Cukup Antara Pileg, Pilpres dan Pilkada

Syarief Hasan mengatakan, jika jarak antara Pileg, Pilpres, dan Pilkada 2024 terlalu pendek, maka beban penyelenggara terlalu berat.

TRIBUNNEWS/CHAERUL UMAM
Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan mengatakan, perlu ada jeda waktu yang cukup antara pemilu legislatif yang dilaksanakan bersamaan dengan pemilu presiden dan pilkada pada 2024. Foto dok: Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/10/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, Pemerintah mengusulkan pemungutan suara Pemilu 2024 diadakan pada tanggal 15 Mei.

Sementara itu KPU RI mengusulkan pada 21 Februari 2024, dan Pilkada Serentak pada 27 November.

Memang, Pilkada Serentak sudah menjadi kesepatan bangsa Indonesia, namun penyelenggaraannya tetap harus dihitung dengan cermat, teliti dan mempertimbangkan aspek nonteknis.

Misalnya, tenaga panitia pelaksana di TPS-TPS. Harap diingat, pada Pilkada Serentak 2019 banyak jatuh korban meninggal dunia diduga karena kelelahan, dan faktor lain.

Untuk itu, Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan mengatakan, perlu ada jeda waktu yang cukup antara pemilu legislatif (pileg) yang dilaksanakan bersamaan dengan pemilu presiden (pilpres) dan pilkada pada 2024.

"KPU sebagai pelaksana tentu membutuhkan persiapan dan waktu yang cukup, agar pemilu berjalan dengan aman dan lancar," kata Syarief dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Jumat (8/10/2021).

Baca juga: Pemilu 2024: Survei SMRC Sebut PKB Menguat Dua Tahun Terakhir, Cak Imin: Konsisten Tiga Besar

Baca juga: Pemilu 2024, Survei SMRC: Tren Elektabilitas Partai Demokrat Naik di Bawah Kepemimpinan AHY

Menurut Syarief Hasan, jika jarak antara pileg, pilpres, dan pilkada terlalu pendek, maka beban penyelenggara terlalu berat.

"Kita tentu khawatir apabila terlalu dipaksakan, maka pelaksanaan pemilu tidak berjalan sesuai yang diharapkan," katanya.

Apalagi, lanjut Syarief, jika ternyata pilpres berjalan dua putaran dan sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK) berlarut-larut.

"Kita perlu memberikan atensi khusus atas beban pelaksanaan pemilu yang disampaikan oleh KPU," kata Syarief.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved