Berita Nasional

Bukan Cabut Laporan Kasus Penganiayaan, M Kece Buat Surat ke Penyidik karena Takut Dipukuli Lagi

Yang jelas, M Kece mengaku surat itu dibuat karena takut dianiaya lagi oleh Irjen Napoleon.

Penulis: Dedy | Editor: Dedy
twitter
Wajah terbaru Muhammad Kece yang lebam karena dianiaya sesama tahanan yakni Napoleon Bonaparte. Jendral bintang dua telah menganiayanya karena tak terima agamanya dihina M Kece. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA --- Khawatir akan ada penganiayaan lanjutan dari terpidana Irjen Napoleon Bonaparte, tersangka penistaan agama Muhammad Kece melayangkan surat permintaan maaf.

Surat tersebut diberikan ke Napoleon Bonaparte karena takut dianiaya lagi oleh jenderal bintang dua itu di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

"Sampai saat ini semua berjalan dengan baik. Karena mungkin situasi psikis yang bersangkutan (M Kece) mungkin saja bisa terjadi seperti itu," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan, Sabtu (9/10/2021).

Diberitakan sebelumnya, Bareskrim Polri mengungkap Muhammad Kece membuat surat permintaan maaf kepada Irjen Napoleon Bonaparte di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. 

Melalui Surat Terbuka, Irjen Napoleon Bonaparte Akui Aniaya YouTuber Muhammad Kece, Ini Isi Suratnya

Petugas Rutan Takut Tegur Irjen Napoleon Bonaparte Saat YouTuber Muhammad Kece Babak Belur Dianiaya

Pernyataan ini sekaligus membantah adanya kabar Muhammad Kece telah mencabut laporan mengenai kasus penganiayaan yang dilakukan Irjen Napoleon.

"Tidak ada permintaan pencabutan dari MK. Yang ada adalah surat permintaan maaf KC kepada NB," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi saat dikonfirmasi, Jumat (8/10/2021).

Namun demikian, Andi tidak menjelaskan lebih lanjut perihal isi surat permintaan maaf M Kece.

Yang jelas, M Kece mengaku surat itu dibuat karena takut dianiaya lagi oleh Irjen Napoleon.

Foto wajah Muhammad Kece babak belur yang diduga dianiaya Irjen Napoleon Bonaparte di dalam Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. (Kolase TribunBekasi.com/Istimewa)
"Konteksnya karena takut dianiaya lagi oleh NB," tukasnya.

Sementara itu, agar kasus serupa tidak terulang kembali, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono memastikan Napoleon Bonaparte telah diawasi oleh petugas Rutan Bareskrim Polri.

"Tentunya ini menjadi bagian, tanggung jawab daripada petugas rutan Bareskrim Polri. Setiap tindakan, setiap perilaku dari penghuni rutan Bareskrim Polri. Tentunya diawasi oleh anggota yang jaga," kata Rusdi.

Rusdi menuturkan kondisi Rutan Bareskrim Polri juga telah kembali dalam kondisi yang kondusif.

Sebagai informasi, Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri sebelumnya memutuskan menetapkan lima orang tersangka buntut dugaan kasus penganiayaan Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

"Dalam kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan dengan korban M Kosman alias Kace, penyidik telah menetapkan 5 tersangka," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi saat dikonfirmasi, Rabu (29/9/2021).

Andi menjelaskan Irjen Napoleon Bonaparte menjadi pihak yang pertama ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Dia diduga terlibat dugaan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap M Kece.

"Penyidik telah menetapkan tersangka sebagai berikut pertama NB Napi kasus suap," jelasnya.

BACA BERITA SELENGKAPNYA :

Khawatir Dianiaya Lagi Oleh Irjen Napoleon Bonaparte di Rutan, Muhammad Kece Kirim Surat Minta Maaf, 

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved