Sabtu, 2 Mei 2026

Atlet Tinjunya Terlibat Keributan di PON Papua, Wagub Ariza Buka Suara

Parahnya, panitia tak mampu mengantisipasi, sehingga atlet yang seharusnya terlindungi bisa terkena pukulan dari oknum tak bertanggung jawab

Tayang:
Warta Kota/ Yolanda Putri Dewanti
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (08/10/21) malam. 

WARTAKOTALIVE.COM JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau Ariza buka suara terkait keributan yang terjadi usai pertandingan tinju pada PON XX Papua antara atlet tinju DKI Jakarta melawan atlet Nusa Tenggara Timur.

"Iya itu sedang kami pelajari nanti di cek, tentu ini harus dibimbing di edukasi dan memang nanti kalo terbukti bersalah nanti akan ada pembinaan evaluasi dari Dispora nanti ya," ucap Ariza usai meresmikan Rumah Literasi Jakarta dan peluncuran portal Jakarta Book Review, di Kompleks Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan Sabtu (9/10/21).

Sementara itu, sebelumnya diketahui hal memalukan terjadi di pergelaran PON Papua cabor tinju yang mempertemukan, petinju DKI Jakarta, Jil Mandagi, melawan atlet NTT, Luki Mira Agusto Hari, di kelas 52-56 kg putra.

Usai laga, Jil Mandagi dibogem dengan keras oleh relawan yang tergabung dalam panitia pelaksana menjaga jalannya pertandingan.

Tak hanya Jil, asisten pelatih tinju DKI Jakarta Fadli, juga terkena oleh aksi yang tak bertanggung jawab tersebut.

Parahnya lagi, panitia tak mampu mengantisipasi hal tersebut dengan baik, sehingga atlet yang seharusnya terlindungi bisa terkena pukulan dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

Adapun kronologi kejadian berawal dari keputusan juri yang memenangi Luki.

Keputusan itu memicu ketidakpuasan Jil Mandagi yang melakukan protes keras.

Sang petinju disebutkan turun dari ring lalu membanting pintu dan memukul Kun spanduk pembatas.

Aksi itu memantik reaksi relawan yang tergabung dalam panitia pelaksana menjaga jalannya pertandingan.

Upaya menenangi atlet itu berimbas adanya pemukulan di luar ring.

Video kericuhan itu beredar di sejumlah aplikasi perpesanan.

Tampak dalam video, rombongan panitia mengejar Jil Mandagi dan berusaha menyerang.

Petugas kepolisian yang berusaha mengamankan situasi tampak kewalahan.

Beberapa relawan yang lolos dari penjagaan tampak melontarkan bogem mentah ke sang petinju.

Tak terima dibogem oleh oknum yang tidak berkepentingan, pihak tinju DKI Jakarta pun melaporkan yang bersangkutan ke Pola.

Namun, laporan tersebut akhirnya berujung ke proses mediasi.

"Ujungnya memang mediasi, demi tinju DKI Jakarta. Masih ada petinju kami yang akan bertanding besok," ujar Fadli yang mendampingi Jil di Polda saat dihubungi Warta Kota.

Meski mediasi, Fadli berharap pihak panitia dengan sadar meminta maaf untuk kejadian yang tidak dapat ditolerir tersebut.

Sementara itu, pelatih kepala tinju DKI Jakarta, Hugo Gosseling berharap agar stakeholder yang ada di tinju bisa menjunjung tinggi sportivitas dan nilai-nilai olahraga lainnya.

Pihaknya berharap, tidak ada kecurangan-kecurangan yang membuat para atlet dikalahkan, bukan oleh lawan di atas ring, melainkan oknum-oknum di luar dari ring.(m27)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved