Berita Jakarta

WAGUB Ariza Ancam Jatuhkan Sanksi kepada Perusahaan Besar yang Masih Gunakan Air Tanah

Penggunaan air berlebih yang bisa menimbulkan penurunan muka tanah, membuat Pemprov DKI mengimbau pelaku usaha di sektor besar tak gunakan air tanah.

Wartakotalive.com/Yolanda Putri Dewanti
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (8/10/2021) mengatakan, akan memberikan sanksi kepada perusahaan besar yang masih menggunakan air tanah. 

WARTAKOTALIVE.COM GAMBIR -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria akan memberikan sanksi bagi perusahaan besar yang masih menggunakan air tanah.

Penggunaan air berlebih yang bisa menimbulkan penurunan muka tanah, membuat Pemprov DKI mengimbau pelaku usaha di sektor besar untuk tak menggunakan air tanah.

Kendati demikian, namun hingga kini Pemprov DKI masih menemukan sejumlah sektor besar yang masih menggunakan air tanah.

"Memang ada yang nakal ya yang masih menggunakan air tanah. Nanti akan kami berikan sanksi bagi industri, bagi hotel, apartemen, perkantoran, mal yang menggunakan air bersih dari pompa atau jetpam dari air tanah, kami minta semuanya menggunakan PAM," ucap Ariza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (8/10/2021).

Ariza juga turut mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air tanah. Sebab cakupan air perpipaan di DKI Jakarta saat ini baru mencapai 62 persen dan masih terus ditingkatkan hingga 100 persen.

Sehingga masih banyak warga yang belum terlayani air perpipaan dan harus mencari sumber air bersih dengan cara menyedot air tanah.

Baca juga: VIDEO Wawali Depok Imam Budi Minta Pengusaha Tak Sedot Air Tanah Tapi Pakai PDAM Tirta Asasta 

Baca juga: Antisipasi Banjir, DPRD DKI Minta Anies Tidak Berikan Izin Gedung yang Ganggu Resapan Air Tanah

"Iya memang kita minta seluruh warga agar dapat menghemat penggunaan air bersih dari PAM sendiri. Harapan kami nanti dalam beberapa tahun kedepan tidak ada lagi masyarakat yang menggunakan air tanah utamanya gedung-gedung, hotel, mal, perkantoran apartemen ya yang selama ini kita minta menggunakan PAM," ucapnya.

Sementara itu, diketahui cakupan air perpipaan di DKI Jakarta saat ini baru mencapai 62 persen.

Artinya, masih banyak warga yang belum terlayani air perpipaan dan harus mencari sumber air bersih dengan cara menyedot air tanah.

Maka dari itu, Pemprov DKI kini tengah berupaya menambah cakupan pelayanan air perpipaan.

Baca juga: HEBOH! Video Fenomena Air Tanah Sawah Mendidih di Sumenep, Begini Penjelasan Pengamat

Caranya dengan menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun sistem perpipaan air minum (SPAM) dari Waduk Karian hingga Jatiluhur.

"Kami sudah menyiapkan dengan PUPR, dari Karian Serpong, Jatiluhur, serta Juanda untuk ke depan agar bisa menyalurkan kebutuhan air bersih di DKI Jakarta," ucapnya.

Cakupan 100 persen air perpipaan pun ditargetkan rampung 2030 mendatang.

Dengan demikian, diharapkan ke depan penggunaan air tanah bisa diminimalisir.

Baca juga: PDAM Tirta Bhagasasi Optimistis Capai Target 300 Ribu Pelanggan Hingga Akhir Tahun, Ini Upayanya

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved