Breaking News:

Vaksinasi Covid19

Vaksinasi Covid-19 Dongkrak Kerja Petugas Disdukcapil karena Peningkatan Permohonan Validasi NIK

Petugas Disdukcapil Kabupaten Bekasi kini sibuk, sebab permohonan validasi NIK meningkat tajam seiring program vaksinasi Covid-19.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Andika Panduwinata
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 - Program vaksinasi memicu permohonan validasi NIK meningkat. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi, Hudaya menuturkan program vaksinasi Covid-19 mendongkrak peningkatan validasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan pemuktakhiran data masyarakat yang tercantum dalam KTP.

Meski tak menyebutkan jumlahnya, namun hal tersebut terlihat dari meningkatnya tugas pegawai disdukcapil yang melakukan penambahan data.

Baca juga: Nadiem Anwar Makarim: Ini Jadi PR Besar Pemerintah untuk Bisa Beri Keadilan untuk Para Guru Honorer

"Kalau datanya naik berapa persen yang tervalidasi sejak ada vaksin Covid-19 memang bukan di kami, tapi di Kemendagri, tapi pengajuan validasi NIK sedikit bertambah dari biasanya," kata Hudaya, Jumat (8/10/2021).

Meningkatnya permintaan validasi NIK dan pemuktakhiran data didorong karena sejumlah masyarakat mengalami permasalahan tak munculnya sertifikat vaksinasi pada aplikasi PeduliLindungi.

Mereka yang sertifikatnya tak muncul kemudian diminta petugas puskesmas untuk melakukan validasi kepada pihaknya.

"Oleh sebab itu vaksinasi ini sangat membantu mempercepat data-data NIK yang belum tervalidasi," katanya.

Baca juga: Zaskia Gotik Siap Bernyanyi dan Bergoyang Lagi Setelah Melahirkan dan Vakum Akibat Pandemi, Kapan?

Meski NIK warga belum tervalidasi, namun kata Hudaya, tidak menjadi kendala untuk menerima vaksin Covid-19. Karena ketika diketahui NIK belum tervalidasi saat mendaftar atau setelah divaksinasi, warga bisa melakukan validasi secara online (daring).

“Selama ini validasi yang dilakukan dapat membantu masyarakat yang datanya belum update dan hampir seluruhnya berhasil divalidasi. Yang menjadi persoalan adalah kalau NIK-nya sudah terpakai oleh orang lain. Kalau seperti ini penyelesaiannya oleh PeduliLindungi bukan oleh Disdukcapil,” lanjut Hudaya.

Bagi warga yang ingin melakukan validasi NIK, Hudaya mengimbau masyarakat tak perlu mendatangi Kantor Disdukcapil Kabupaten Bekasi. Tapi, cukup mengajukannya melalui link : https://tinyurl.com/validasinik.

"Terkait validasi NIK bisa dilakukan tanpa harus datang ke kantor. Apalagi dalam masa PPKM seperti saat ini. Bisa dilakukan secara online," katanya.

Baca juga: Panen Rejeki Bank BPD, dari Aceh Sampai Papua Dapat Rejeki di Masa Pandemi

Halaman
123
Sumber: Tribun bekasi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved