PPKM

Kebijakan PPKM Diperlonggar, Pemilik Pusat Kebugaran yang Masih Bertahan Sambut Baik

Walikota Tangerang, Arief Wismansyah mengatakan, Pemkot Tangerang melakukan beberapa penyesuaian di berbagai sektor.

Wartakotalive.com/Gilbert Sem Sandro
Lokasi DRB Gym yang baru dibuka setelah kebijakan PPKM dilonggarkan Pemerintah Kota Tangerang. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANGPemerintah Kota Tangerang kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Level 3, hingga 18 Oktober 2021 mendatang.

Walikota Tangerang, Arief Wismansyah mengatakan, Pemkot Tangerang melakukan beberapa penyesuaian di berbagai sektor.

Di antaranya adalah anak berusia di bawah 12 tahun yang diijinkan memasuki mall dan juga konter makanan dan minuman di dalam area bioskop boleh kembali dibuka.

"Tempat-tempat kebugaran seperti fitness atau gym juga sudah boleh beroperasi, dengan kapasitas maksimal 25 persen, pastinya dengan penerapan protokol kesehatan ketat," ujar Arief Wismansyah kepada awak media, Selasa(5/10/2021).

"Dan yang paling penting adalah, setiap pengunjung mall, bioskop, dan tempat fitness itu wajib melakukan scane dengan aplikasi PeduliLindungi," sambungnya.

Kebijakan pemerintah tersebut disambut oleh para pemilik tempat kebugaran, salah satunya adalah H. Samsudin

Samsudin, yang juga merupakan pemilik dari DRB gym yang berada di kelurahan Poris Plawad, Tangerang, mengaku senang mendenga keputusan dari pemerintah tersebut.

Pasalnya, selama masa Pembelakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat(PPKM), diakui Samsudin pendapatannya menurun drastis.

Meski demikian, pria berotot besar tersebut merasa bersyukur, tempat usaha kebugaran miliknya, tidak sampai tutup karna Pandemi Covid-19 saat ini.

"Alhamdulillah, sudah bisa buka lagi mulai hari ini, saya mah ikutin apa kata pemerintah saja gimana yang terbaik," ujar H. Samsudin saat ditemui Wartakotalive.com, Selasa(5/10/2021) malam.

"Kita mau ngeluh juga gimana gitu rasanya, karena yang terkena dampak bukan cuma saya doang, Alhamdulillah ini saya enggak sampai tutup, tempat lain banyak yang sampai bangkrut," jelasnya.

Samsudin menjelaskan, sebelum pandemi menerpa, pendapatannya setiap bulan berkisar Rp 6 juta hingga Rp 7 juta.

Namun, setelah diterjang pandemi Covid-19, pendapatan Samsudin menurun drastis.

Bahkan, saat puncak pandemi beberapa waktu lalu. Penghasilan Samsudin hanya meyentuh Rp 1,5 juta rupiah.

Meski demikian, Samsudin berharap situasi dapat lebih membaik. Sehingga, aktivitas sosial ekonomi di maayarakat, dapat kembali seperti semula.

"Usaha seperti ini memang kondisinya naik turun, kalau normal itu pelanggan saya dalam sehari sekira tujuh orang atau lebih," lanjutnya.

"Tapi selama PPKM ini, bisa tidak bangkrut saja rasanya bersyukur. Untung usaha saya ini bukan barang konsumsi, jadi gak ada istilah mati peralatannya itu," ucapnya.

"Semoga kedepan situasi ini bisa kembali normal lagi, supaya kita dapat beraktivitas kembali seperti biasanya," tutup H. Samsudin. (m28)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved