Breaking News:

The Jak

Di Balik Karangan Bunga Kritik Persija, Jakmania Kesal Macan Kemayoran Gagal Pertahankan Keunggulan

Bagi Tirta, memberikan karangan bunga merupakan kritik yang paling elegan dilakukan di masa pandemi. 

Penulis: Lusius Genik Lendong | Editor: Feryanto Hadi
Lusius Genik.
Tirta Kurniawan, pendiri The Jakmania. Tirta adalah salah satu orang yang terlibat aktif dalam pembentukan AD/ART The Jakmania. Di masa kepemimpinan Gugun Gondrong yang menjabat Ketua The Jakmania, Tirta mengisi bidang custom. Sejak 1997 hingga sekarang, Tirta masih anggota aktif The Jakmania/Lusius Genik. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tirta Kurniawan (42), seorang pengusaha garmen yang juga salah satu pendiri The Jakmania, mengungkapkan makna di balik karangan bunga berisi kritik kepada Persija Jakarta

Diketahui, Persija bermain imbang hingga pekan ketiga kompetisi BRI Liga 1 seri pertama.

The Jakmania yang tidak puas akan tiga hasil imbang Macan Kemayoran mengirimkan karangan bunga bertuliskan "Selamat Atas 3 Poin Perdana dari 3 Pertandingan Liga 1" ke kantor Persija pada Senin (20/9) bulan lalu.

Rui Tirta, panggilan akrab Tirta Kurniawan, mengatakan, kritik berupa karangan bunga tersebut merupakan bentuk kekhawatiran Jakmania atas pola permainan Persija. 

Baca juga: Jakmania ke Manajemen: Kami Tidak Perlu Pemain Bintang, Minimal Ada yang Gantikan Posisi Marc Klok

"Itu dinamika, itu reaksi supporter. Itu bentuk kekhawatiran Jakmania soal hasil imbang. Tapi sebenarnya kita lebih mengkritisi pola permainannya," kata Tirta saat ditemui Tribunnews di kawasan Jatirangon, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (6/10/2021). 

Kata Tirta, Jakmania sebenarnya hanya sebal dengan pola permainan Persija. Sebab, dari tiga pertandingan perdana di Liga 1, Persija selalu gagal mempertahankan keunggulan. 

Di antaranya bermain imbang 1-1 dengan PSS (5/9/2021), 2-2 dengan PSIS (12/9/2021), dan 0-0 dengan Persipura (19/9/2021). 

Baca juga: Muhammad Uchida Sudiriman Bek Muda Persija Jakarta Raih Medali Emas Cabor Muaythai

"Pola main itu yang bikin kita sebal. Karena tiga pertandingan awal itu selalu kita udah menang duluan, unggul gol, malah kebobolan. Kan ada kata-kata dari Jakmania, "Lu sesusah itu untuk menang? Lu sesusah itu mempertahankan keunggulan?" tutur Tirta. 

"Jadi itu adalah poin utama yang kita sebal," imbuh dia. 

Kendati demikian, bagi Tirta memberikan karangan bunga merupakan kritik yang paling elegan dilakukan di masa pandemi. 

Baca juga: Dua Maling Motor Menjerit Minta Ampun, Menangis Histeris hingga Bawa Nama Tuhan saat Digebuki Warga

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved