Breaking News:

Wali Kota Bekasi Ingin Vaksin Booster Diberikan ke Guru, Kadinkes: Kami Konsultasi Dulu ke Kemenkes

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi berkeinginan untuk memberikan vaksin booster kepada guru.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Max Agung Pribadi
Wali Kota Bekasi Ingin Vaksin Booster Diberikan ke Guru, Kadinkes: Kami Konsultasi Dulu ke Kemenkes
Warta Kota/Rangga Baskoro
Kepala Dinas Kesehatan Bekasi Tanti Rohilawati.

WARTAKOTALIVE.COM,BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi berkeinginan untuk memberikan vaksin booster Covid-19 kepada guru.

Hal itu dilakukannya sebagai langkah inisiatif percepatan vaksinasi di Kota Bekasi.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati justru ingin berkoordinasi terlebih dahulu kepada kepada Kementerian Kesehatan.

Sebab, sejauh ini vaksin booster baru diperuntukkan untuk tengah kesehatan.

Baca juga: Dinkes DKI Tepis Kabar Keluarga Pejabat Dapat Vaksin Booster

"Iya teknis akan kita konsultasikan dulu, kalo itu sesuai apa yang sampaikan pak wali kota, Kita akan konsultasikan hal tersebut," kata Tanti Rohilawati, Selasa (5/10/2021).

Menurut Tanti, saat ini para guru sudah menjalankan tugasnya untuk kegiatan belajar mengajar dengan siswa.

Kegiatan ini pun juga susah dilakukan secara tatap muka meskipun masih terbatas.

Dengan pemberian vaksin booster kepada guru, maka imunitas guru tersebut akan meningkat sehingga mencegah terjadinya penularan virus Covid-19, sehingga anak didik di sekolah pun juga merasa aman.

"Sekarang ini kan sudah PTM ya, artinya sudah melayani masyarakat. Nah apakah itu termasuk kelompok yang sama dengan Nakes yang langsung berhadapan dengan masyarakat, atau gimana itu kami akan konsultasikan dulu ke Kemenkes," katanya.

Baca juga: Vaksin Booster Gratis, Wagub DKI: Habis dong Uang Pemerintah

Jika merujuk pada data, dikatakan Tanti saat ini untuk pemberian vaksin booster pun juga sudah mencapai 90 persen.

Artinya masih ada 10 persen nakes yang belum melakukan booster, diantaranya karena sempat menjadi penyintas sehingga memerlukan waktu kembali.

"Sudah hampir 90 persen yang booster. Karena kemarin yang 10 persen itu, nakes yang terkonfirmasi, sakit sehingga belum dilakukan hal itu (booster). Kita harapkan dalam waktu dekat sudah 100 persen," ucapnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved