Pulau Permukiman dan Wisata di Kepulauan Seribu Kantongi Sertifikasi CHSE

Puji menambahkan pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat dan Provinsi DKI Jakarta terkait dengan uji coba tempat wisata

Warta Kota/Junianto Hamonangan
kondisi Dermaga Pantura di Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kepulauan Seribu dianggap sudah sangat memprihatinkan dan perlu diperbaiki. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Sejumlah pulau permukiman dan pulau wisata sejarah di Kepulauan Seribu, diketahui telah lolos audit sertifikasi Cleanliness, Health, Safety dan Environment (CHSE). 

Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kepulauan Seribu, Puji Astuti mengatakan hingga saat ini sudah ada pulau permukiman dan pulau wisata sejarah lolos audit sertifikasi CHSE. 

Untuk pulau permukiman ada Pulau Kelapa, Pulau Pari dan Pulau Untung Jawa.

Sementara untuk pulau wisata sejarah ada Kelor, Cipir dan Onrust yang telah mengantongi sertifikasi CHSE. 

“Sementara pulau lainnya sudah mendaftar tetapi belum diaudit,” ungkap Puji, Selasa (5/10/2021). 

Puji menambahkan pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat dan Provinsi DKI Jakarta terkait dengan uji coba tempat wisata yang masuk dalam surat edaran sebelumnya. 

“Karena dasar pembukaan ataupun keikutsertaan uji coba tahap tiga itu akan disebutkan melalui surat edaran kementerian," tutur Puji. 

Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi mengatakan pihaknya juga menggelar rapat untuk membahas persiapan keikutsertaan Kepulauan Seribu dalam uji coba protokol kesehatan sektor pariwisata.

"Kita ingin wisata di Kepulauan Seribu kembali dibuka seperti harapan seluruh warga, yang bergantung pada sektor pariwisata sebagai andalan penggerak ekonomi," kata Junaedi.

Berbagai upaya dilakukan seperti menyertakan hasil audit terkait pemenuhan protokol kesehatan, sertifikasi CHSE dan pemenuhan untuk aplikasi PeduliLindungi di dermaga darat (keberangkatan) dan dermaga pulau (kedatangan). 

“Mudah-mudahan bisa menjadi pertimbangan dan Kepulauan Seribu bisa diikutsertakan dalam uji coba pembukaan pariwisata tahap ketiga," ujar Junaedi.

Junaedi pun meminta koordinasi dan sinergitas pimpinan kabupaten ditingkatkan untuk ikut serta dalam upaya pengawasan dan penerapan protokol kesehatan di Kepulauan Seribu.

"Jangan terlena meski sudah vaksin dan sudah zona hijau. Seluruh sarana prasarana pendukung tetap dijaga sampai bebas dari Covid-19 dan Kementerian Parekraf mengizinkan pariwisata di Kepulauan Seribu dibuka," tuturnya. (jhs)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved