Karawang Masuk Lima Besar Kemiskinan Ekstrem, Begini Penjelasan BPS Karawang
BPS Karawang hanya melakukan pendataan serta sampling soal data kemiskinan di wilayah Karawang.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG — Wilayah Karawang, masuk lima besar kemiskinan ekstrem di Provinsi Jawa Barat.
Data itu merupakan dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan Wakil Presiden Maruf Amin, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Kepala BPS Karawang, Budi Cahyono menjelaskan data akhir yang dirilis itu merupakan data dari Pemerintah Pusat, dalam hal ini BPS Pusat.
BPS Karawang hanya melakukan pendataan serta sampling soal data kemiskinan di wilayah Karawang.
"Jadi tugas kami di Karawang, hanya melakukan pendataan dan survei secara sampling di Karawang. Hasil itu kami serahkan ke Provinsi diteruskan ke pusat, jadi hasil akhir itu dari pusat," kata Budi, saat ditemui awak media di Kantor BPS Karawang, pada Senin (4/10/2021).
Budi mengungkapkan pihaknya melakukan sampling random terhadap 10.040 warga Karawang. Data warga itu berdasarkan dari data sampel buat sensus (DSBS).
Pihaknya melakukan pendataan mengenai pendapatan warga Karawang, per bulan hingga per hari.
"Dari hasil sampling itu kita serahkan ke BPS Provinsi dan diteruskan ke Pusat. Dari situ muncul data kemiskinan per provinsi dan kabupaten," imbuh dia.
Adapun kemiskinan ekstrem itu diukur menggunakan 'absolute poverty measure' yang konsisten antar negara dan antar waktu.
Miskin ekstrem didefinisikan sebagai kondisi dimana kesejahteraan masyarakat berada di bawah garis kemiskinan ekstrem- setara dengan USD 1,9 PPP (pendapatan per kapita) atau Rp 11.941,1.
Skema perhitungan itu berdasarkan dari Word Bank atau Bank Dunia. Dari situ didapatkan tingkat kemiskinan ekstrem tahun 2021 sebesar 4 persen di tingkat nasional.
"Untuk data akhir itu pemerintah pusat atau BPS Pusat," ucapnya.
Berdasarkan data BPS kemiskinan ekstrem di Provinsi Jawa Barat paling tertinggi dengan 1.785,6 atau 3,6 persen dari total jumlah penduduk.
Kemudian Provinsi Jawa Timur sebanyak 1.747,0 atau 4,4 persen dan Jawa Tengah 1.527,6 atau 4,4 persen dari total jumlah penduduk.
"Terbesar di tiga daerah itu walaupun secara persentase kecil tapi kan jumlah penduduknya banyak," imbuh dia.
BACA SELENGKAPNYA di TribunBekasi.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/bps-4okt.jpg)