Breaking News:

Berita Bogor

TIGA Wartawan 'Bodrek' yang Terlibat Pemerasan di Bogor Masih Gentayangan, Kini Diburu Polisi

Polisi masih memburu tiga wartawan "bodrek" atau abal-abal berinisial FS, FBS dan HS yang masuk dalam daftar pencarian orang karena aksi pemerasan.

Warta Kota/Hironimus Rama
Kapolres Bogor AKBP Harun saat dihubungi, Minggu (3/10/2021) mengatakan, masih ada tiga wartawan "bodrek" yang buron. Foto dok: Kapolres Bogor AKBP Harun saat menjelaskan pada wartawan, karyawan BRI yang coba menipu nasabah lewat undian program Gebyar BRItama, Selasa (20/4/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, CILEUNGSI  -- Dalam prakteknya di lapangan, polisi dan wartawan adalah mitra kerja yang saling mendukung dan saling membutuhkan.

Wartawan memerlukan polisi sebagai sumber berita dan konfirmasi, sementara polisi membutuhkan kehadiran wartawan untuk menyampaikan hasil kinerja kepolisian melalui pemberitaan.

Namun faktanya, tidak semua wartawan menjalankan praktek jurnalistiknya dengan penuh tanggung jawab dan profesional.

Wartawan tersebut ada yang menyebutnya wartawan "bodrek", wartawan abal-abal atau bahkan WTS alias wartawan tanpa surat kabar.

Sementara itu Polres Bogor, Polda Jawa Barat, masih memburu tiga wartawan "bodrek" atau abal-abal berinisial FS, FBS dan HS yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) karena aksi pemerasan.

"Ada dua tersangka yang kita tangkap. Sedangkan tiga tersangka lainnya masih DPO," ungkap Kapolres Bogor AKBP Harun saat dihubungi, Minggu (3/10/2021).

Baca juga: Wartawan Kaget Lihat Wajah Baru Mabes AD dan Kunjungi Jenderal Lengkeng Serda Mugiyanto

Baca juga: Mengaku Wartawan, Segerombolan Orang Ambil Sembako untuk Peserta Vaksinasi di Kampus Ibnu Chaldun

Pihaknya menetapkan lima tersangka wartawan bodrek yang melakukan pemerasan di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Dua tersangka lainnya sudah diamankan, yakni pria berinisial JES (45) dan JN (46).

Kelima tersangka tersebut diketahui sudah beraksi sedikitnya 37 kali di enam daerah berbeda dengan hasil pemerasan terhadap korban-korbannya mencapai Rp500 juta.

"Pelaku sudah melakukan aksi tersebut di beberapa TKP enam daerah yaitu Bogor Kota, Depok, Bekasi, Karawang, Jakarta Timur dan Kabupaten Bogor. Sedangkan untuk wilayah Kabupaten Bogor, ada delapan kecamatan, yaitu Cileungsi, Gunungputri, Cibinong, Citereup, Sukaraja, Cisarua, Megamendung dan Ciawi," beber Harun.

Baca juga: Diduga Intimidasi Wartawan, Asisten Rizky Billar Bakal Dilaporkan ke Polisi?

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved