Breaking News:

Pencemaran Sungai Kabupaten Bekasi Dalam Kategori Mengkhawatirkan

Padahal, air dari sungai-sungai yang tercemar merupakan sumber air baku kebutuhan masyarakat.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/Muhammad Azzam
Sebanyak 300 kubik sampah bambu Sungai Bekasi di Bendung Koja, Jatasih, Kota Bekasi mulai dibersihkan, Senin (30/12/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -- Pencemaran sungai di Kabupaten Bekasi oleh limbah industri kecil dan besar berada dalam kategori yang mengkhawatirkan.

Padahal, air dari sungai-sungai yang tercemar merupakan sumber air baku kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan rapat koordinasi yang dilakukan jajaran Gakkumdu dari unsur Dinas Lingkungan Hidup, Kejaksaan Negeri dan Polrestro Bekasi, hanya terdapat 13 perusahaan saja yang mengantongi izin membuang limbah ke sungai.

"Yang berizin ada 13 perusahaan, lainnya tidak. Maka dari itu, hasil yang berizin ini harus ada uji laboratoriumnya, karena dia harus ada IPAL-nya," kata Dani saat dikonfirmasi, Minggu (2/10/2021).

Terdapat beberapa perusahaan kecil dan besar yang berdiri di sepanjang aliran Serang Baru, Cilemahabang, hingga Kalimalang.

Pihaknya bahkan telah memetakan laju air dari hulu menuju hilir yang terbagi menjadi 5 segmen.

Hasil pemetaan tersebut mengidentifikasi bahwa pencemaran banyak terjadi di sekitar kawasan tersebut berdasarkan hasil temuan lapangan.

"Dari 5 segmen itu ditemukan sumber pencemaran bukan semata-mata industri, ada limbah domestik juga, industri pun ada yang industri berat dan kecil. Terutama daerah di kalimalang. Lalu juga ada restoran, RS dan lainnya, tapi kalau dari proporsi, dari industri lah ya selain limbah domestik," ucapnya.

Pihaknya masih menunggu hasil tes uji laboratorium untuk memastikan sejauh mana kadar pencemaran limbah pada sungai yang merupakan sumber kebutuhan air baku.

"Lab-nya ternyata pengambilan sampel tanggal 12-13 September, ternyata hujan jadinya tidak valid. Baru diulangi lagi tanggal 20 September, dari situ hitungan 2 minggunya sehingga baru nanti tanggal 8 Oktober hasil lab-nya keluar. Jadi tadi belum bisa kita bahas hasil uji labnya seperti apa," kata Dani. (abs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved