Breaking News:

lifestyle

Jangan Abaikan Kesehatan Mental di Masa Pandemi Covid-19, Ini Tandanya Bila ada Gangguan Mental

Banyak kebiasaan yang berubah demi mencegah penyebaran Covid-19. Kondisi itu sudah  dirasakan sejak pertengahan Maret 2020 sampai sekarang.

Soompi
Ilustrasi drama Korea Fix You yang mengakat tema kesehatan mental. 

Gejalanya bervariasi. Gejala yang dialami penyintas Covid-19 setelah 12 bulan atau lebih adalah sesak napas, cemas, depresi, lelah, dan capai. 

Misalnya, olahraga dengan intensitas rendah yang dilakukan hanya sebentar membuat  merasa lelah. Sementara itu, mereka yang 6 bulan telah sembuh dari Covid-19 dan masih merasakan gejala-gejala itu mencapai hampir 70 persen.

Kondisi itulah yang dikenal dengan istilah Long Covid. Dokter Jeff mengatakan, Long Covid-19 adalah apabila setelah empat pekan sejak mulai merasakan gejala Covid-19 sampai dinyatakan negatif, masih timbul gejala sisa.

Gejala ini dapat berupa sesak napas, nyeri sendi, nyeri otot, batuk, diare, kehilangan penciuman, dan pengecapan,” ujar dr. Jeff dalam Good Talk yang berkolaborasi dengan Hippindo, Sentra Vaksinasi belum lama ini. 

Virus Corona bahkan menyebabkan aspek kognitif mengalami penurunan.

Menurut dr. Jeff, aspek reasoning (penalaran) dan analisis (pemecahan masalah) merupakan aspek kognitif yang paling terdampak akibat penyakit ini.

“Kognitif terganggu akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia suatu bangsa yang ujung-ujungnya pada outcome atau produk domestik bruto (PDB) suatu negara. Performa negara ini terhadap negara-negara lain akan makin tertinggal," katanya.

Sebuah studi yang dipublikasikan di The Lancet pada April 2021 menemukan bahwa sepertiga pasien Covid-19 telah didiagnosis dengan gejala neurologis atau psikologis, termasuk kecemasan, depresi, gangguan stres pascatrauma (PTSD), dan psikosis, dalam 6 bulan setelah mereka tertular Covid-19.

“Paling banyak yang datang ke kami adalah yang mengalami gangguan psikosomatis dan kecemasan,” ujar dr. Jeff dalam siaran pers yang diterima Wartakotalive.com, belum lama ini. 

Ratih Ibrahim, M.M., Psikolog Klinis, CEO & Founder Personal Growth dan Sahabat Sentra Vaksinasi Serviam yang juga penyintas Covid mengakui bahwa ketakutan, kengerian, paranoid, kecemasan (PTSD) tetap ada sekalipun kita dinyatakan sembuh.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved