Breaking News:

lifestyle

Jangan Abaikan Kesehatan Mental di Masa Pandemi Covid-19, Ini Tandanya Bila ada Gangguan Mental

Banyak kebiasaan yang berubah demi mencegah penyebaran Covid-19. Kondisi itu sudah  dirasakan sejak pertengahan Maret 2020 sampai sekarang.

Soompi
Ilustrasi drama Korea Fix You yang mengakat tema kesehatan mental. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Banyak kebiasaan yang berubah demi mencegah penyebaran Covid-19. Kondisi itu sudah  dirasakan sejak pertengahan Maret 2020 dan masih berlangsung hingga sekarang.

Anak-anak bersekolah di rumah, karyawan bekerja dari rumah. Setiap keluar rumah wajib pakai masker. Sesampainya di rumah harus segera melakukan ritual membersihkan diri. Tidak ada lagi acara kumpul-kumpul dengan teman dan saudara, dan lainnya. 

"Sebagai makhluk sosial, kondisi ini kerap membuat tidak nyaman, dan merasa tertekan," ujar Psikolog Inez Kristanti, M.Psi yang  berbicara di acara media yang diadakan oleh Good Doctor Technology Indonesia (GDTI) dan AXA Financial Indonesia, belum lama ini.

Mengutip sebuah studi dari Iskandarsyah, A. (2020, 29 April) dengan 3.686 responden dari 33 provinsi di Indonesia menunjukkan bahwa 72 persen partisipan dilaporkan mengalami kecemasan dan 23 persen partisipan dilaporkan merasa tidak bahagia.

Baca juga: WASPADA Gelombang Ketiga Pandemi Covid-19, Begini Prediksi Ahli Virus dan Cara Mengantisipasinya

Baca juga: Stres ibu dan Anak Naik 95 persen di masa pandemi Covid-19, Berikut Empat Tips agar Tetap Bahagia

 Inez  Kristanti, menjelaskan, gejala kecemasan antara lain kekhawatiran bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi, khawatir yang berlebihan, mudah marah dan kesal, serta sulit merasa rileks. 

Sementara itu, gejala depresi yang dilaporkan antara lain masalah tidur, kurangnya kepercayaan diri, kelelahan, dan kehilangan minat. 

Bukan hanya pembatasan sosial yang menyebabkan masalah kesehatan mental. Para penyintas Covid-19 pun merasakan gangguan mental ini. 

Penyintas Covid-19

Menurut  dokter spesialis penyakit dalam dr. Jeffri Aloys Gunawan, Sp.PD, Covid adalah penyakit yang memiliki efek jangka panjang. Efek jangka panjangnya masih diteliti sampai sekarang.

Ada literatur yang menyebutkan bahwa setahun setelah terpapar Covid-19, hampir 50 persen masih merasakan setidaknya satu gejala. 

Baca juga: Kondisi Mental Penderita Long Covid-19 Rentan Terpengaruh, Akibat Gejala Penyakit yang Terus  Muncul

Baca juga: Kerap Dianggap Sama, Ini Perbedaan Post Covid-19 dan Long Covid-19

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved