Breaking News:

Berita Jakarta

Alasan Sudin SDA Jaktim Belum Tutup Gorong-gorong Hingga Tewaskan ABG 13 Tahun di Kampung Makasar

Kasi Pembangunan Sudin SDA Jakarta Timur, Saugi mengatakan, sebelum U-Ditch ditutup perlu adanya peninggian jalan di sekitar lokasi.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Hertanto Soebijoto
Istimewa
Anggota Gulkarmat Jakarta Timur sedang mencari anak yang dikabarkan hilang saat bermain di gorong-gorong Kampung Makasar RT 14 RW 02, Kelurahan Makasar, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur pada Kamis (30/9/2021) malam. 

WARTAKOTALIVE.COM, MAKASAR - Dinas Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur belum menutup proyek gorong-gorong yang tewaskan bocah 13 tahun di Jalan Alianwar RT09/02, Keluram Makasar, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.

Sehingga gorong-gorong itu sering dijadikan tempat bermain anak-anak, hingga akahirnya terjadi peristiwa bocah 13 tahun hanyut terseret arus.

Kasi Pembangunan Sudin SDA Jakarta Timur, Saugi mengatakan, sebelum U-Ditch ditutup perlu adanya peninggian jalan di sekitar lokasi.

"Ya memang proses pemasangan U-Ditch itu kan perlu ada peninggian sebelum pasang tutup, supaya rata sama jalan," kata dia saat dikonfirmasi Wartakotalive.com, Sabtu (2/10/2021).

Kemudian, semen dan lainnya dalam pemasangan U-Ditch belum kerasa dan hal ini yang membuat pihaknya belum melakukan penutupan.

Namun, untuk antisipasi adanya warga yang jatuh di sekitar lokasi, pihaknya memasang tali sebagai peringatan agar orang dewasa dan anak-anak tidak terjatuh.

Baca juga: Bocah 13 Tahun Hanyut di Proyek Gorong-gorong, Sudin SDA Jaktim Klaim Sudah Beri Tanda Peringatan

Baca juga: Bocah Hanyut Disapu Air Bah Belum Diketemukan, Ayah Korban Sedih Teringat Ucapan Terakhir Anaknya

"Kami antisipasi pakai tali-tali dulu supaya anak anak jangan main dulu di dalam, tapi anak-anak melewati tali dan bermain di sana," ujar dia.

Kemudian, bentuk tanggungjawab SDA kepada keluarga korban yaitu dengan mendatangi keluarga bocah 13 tahum dan memberi uang bela sungkawa.

Meski tidak sebanding dengan nyawa, tapi Saugi berharap dapat menerima uang perhatian dari SDA.

"Tidak ada yang menginginkan kejadian seperti ini, kami ikut berbelasungkawa, ikut beri bantuan tapi tentu bantuan itu tidak imbang lah sama nyawa, tapi tetap ada perhatian dalam kejadian itu," tuturnya.

Baca juga: Terkendala Hujan Tiap Hari, Pencarian Bocah Hanyut di Kali Ciliwung Dilakukan Tim SAR Secara Visual

Sebelumnya, seorang bocah dikabarkan hilang saat bermain di gorong-gorong Kampung Makasar RT 14/02, Kelurahan Makasar, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur pada Kamis (30/9/2021) malam.

Anak lelaki berusia 13 tahu itu hilang ketika hujan dan ia bersama beberapa temannya bermain dekat gorong-gotong kali.

Kasi Ops Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Gatot Sulaiman menerangkan, pihaknya menerima laporan sekira pukul 22.00 WIB.

Baca juga: Imam Ali Bocah Kampung Pendeuy Bogor yang Hanyut di Sungai Ciliwung Ditemukan, Kali Pertama Terjadi

"Kemudian 1 mobil rescue kami kerahkan ke lokasi denyan jumlah personel empat orang," ujar dia, Jumat (1/10/2021). (m26)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved