Breaking News:

Berita Nasional

Resmi Terdepak dari KPK, Novel Baswedan: Ini Belum Berakhir, Pejabat Korup Tidak Boleh Dimaklumi

Novel Baswedan juga menyampaikan terimakasih kepada masyarakat yang selama ini telah mendukungnya

Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Henry Lopulalan
Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-Sebanyak 57 pegawai yang tidak lolos Tes Wawasabn Kebangsaan secara resmi keluar dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (30/9/2021).

Mereka berkumpul di KPK dan berpamitan kepada rekan-rekan lainnya.

Mantan penyidik senior KPK, Novel Baswedan mengungkapkan, dirinya bersama puluhan pegawai lain patut berbangga lantaran pergi dari KPK dengan sejumlah prestasi dan catatan baik.

Novel menyebut, selama bekerja di KPK, para pegawai yang terdepak melalui TWK itu memiliki integritas tinggi dan tidak melanggar etik.

Baca juga: Takut Kena OTT KPK, Anggota DPR Minta Bantuan Keturunan Nyi Roro Kidul, Malah Tertipu Rp4 Miliar

Baca juga: Kapolri Ingin Tarik 56 Pegawai KPK atas Izin Jokowi, BW Sebut Kecurigaan soal Skenario TWK Terbukti

"Kemarin saya dan kawan-kawan resmi berhenti dengan hormat dari KPK Alhamdulillah kami berhenti meninggalkan legasi yang baik. Prestasi penindakan, pencegahan & manajemen SDM yang hebat. Tidak berbuat tercela/pelanggar etik. Kami keluar dengan kepala tegak karena menjaga integritas," tulis Novel Baswedan di twitter pribadinya, Jumat (1/101/2021).

Novel Baswedan juga menyampaikan terimakasih kepada masyarakat yang selama ini telah mendukungnya, khususnya mendukung upaya pemberantasan korupsi.

Baca juga: Kedatangan Singkat Jokowi ke Kediaman Mendiang Sabam Sirait, Matanya Berkaca-kaca Membaca Kenangan

Baca juga: Utang Pemerintahan Jokowi Meroket, Kini Tembus Rp6,6 Ribu T, Sebulan Utang Bertambah Rp 55,26 T

Novel menyatakan, dirinya masih akan berjuang meski di jalur berbeda, dalam hal pemberantasan korupsi.

"Penghargaan, penghormatan dan terima kasih yang seringgi-tingginya kepada semua elemen masyarakat yang telah memberikan perhatian dan dukungan. Tapi ini belum berakhir, pemberantasan korupsi harus terus diperjuangkan. Pejabat korup tidak boleh dimaklumi," ungkapnya

Dirikan IM57+ Institute

Saat berpamitan, para pegawai KPK yang tak lolos TWK juga mendeklarasikan pendirian Indonesia Memanggil 57 Institute (IM57+ Institute). 

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved