Ekspansi Usaha Kuliner saat Pandemi, Mitra Binaan Pertamina Sukses Garap Omzet Ratusan Juta Rupiah

Kini Erna Sari, sang pemilik APB, telah memiliki cabang usaha di mana-mana. Erna adalah salah satu mitra binaan PT Pertamina.

Editor: Lucky Oktaviano
Pertamina JBB
Usaha kuliner Ayam Penyet Bandung (@ayampenyetbandung) atau biasa dikenal dengan nama APB tampak ramai pengunjung/pembeli. Berawal dari sebuah warung kecil dengan satu karyawan, kini APB telah memiliki omzet ratusan juta rupiah sejak menjadi mitra binaan Pertamina. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA  – Usaha kuliner Ayam Penyet Bandung (@ayampenyetbandung) atau dikenal dengan singkatan APB berawal dari sebuah warung kecil dengan satu karyawan.

Kini Erna Sari, sang pemilik APB, telah memiliki cabang usaha di mana-mana. Erna adalah salah satu mitra binaan PT Pertamina.

“Awalnya saya berjualan aksesoris, dan alat pendukung telekomunikasi sejak tahun 1992. Tapi mulai 2013 saya mantapkan untuk menutup usaha tersebut dan beralih ke bidang kuliner karena itu adalah hobi saya,” ujar perempuan kelahiran Tasikmalaya 39 tahun silam ini.

Di awal usahanya, APB hanya memiliki 1 orang karyawan. Saat ini sudah 16 karyawan yang membantu Erna menjalankan usahanya di 5 cabang di Jakarta dan 2 cabang di Tangerang.

Bahkan saat ini dirinya mengaku sedang mempersiapkan untuk membuka 3 cabang baru.

Namun di tengah pandemi covid-19 ini, Erna berusaha untuk mempertahankan usahanya dengan terus berinovasi pada usaha kulinernya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa pandemi sangat berdampak pada usahanya, hingga harus merumahkan 13 orang karyawan.

Untuk memulihkan kondisi ini, Erna mendaftarkan APB untuk bergabung menjadi Mitra Binaan Pertamina.

“Bergabung menjadi Mitra Binaan Pertamina di tengah pandemi menyelamatkan usaha saya yang sedang melakukan inovasi untuk menjual produk saya yang sebelumnya fresh food menjadi frozen food," katanya.

"Dengan pinjaman modal dari Pertamina, saya juga bisa merenovasi dapur dan membeli mesin-mesin baru untuk mendukung produksi makanan. Ini adalah upaya untuk memulihkan APB serta terus melakukan ekspansi di tengah pandemi,” tambah Erna.

Selain berhasil bertahan ditengah pandemi, setelah bergabung menjadi Mitra Binaan Pertamina, Erna juga terus melakukan ekspansi pada usahanya hingga mencapai omzet 337 juta Rupiah per bulannya di tahun 2021.

Hal ini tidak terlepas dari kerja keras serta usahanya mengikuti tren perkembangan digital dalam melakukan penjualan.

“Kami melihat bahwa di tengah pandemi penjualan offline merugi, sedangkan pemesanan secara online jauh lebih banyak digunakan oleh masyarakat. Akhirnya kami mencoba melakukan penjualan di berbagai marketplace hingga melakukan perekrutan karyawan untuk content creator dalam mengurus penjualan melalui media sosial usaha kami” tutur Erna.

Melalui penjualan secara online di berbagai marketplace, Erna mampu menjual hingga diseluruh wilayah Indonesia.

APB bahkan pernah menjual ribuan box perhari di tengah pandemi Covid-19.

Ia juga menambahkan berbagai macam sayur dalam daftar makanannya, melihat di tengah pandemi masyarakat lebih banyak mengonsumsi sayur-sayuran untuk tetap menjaga daya tahan tubuh.

Melihat inovasi tersebut, Erna melalui usaha APB mendapat segudang penghargaan baik dari Pemerintah maupun pihak Swasta seperti Indonesia Food Innovation yang di selenggarakan oleh Kementerian Perindustrian dengan kategori 100 UMK terbaik dan Brilian Preneur dengan kategori sambal siap ekspor.

“Dengan bergabung menjadi Mitra Binaan Pertamina kami bisa terus berinovasi, ekpansi, dan mengikuti tren kebutuhan masyarakat selama masa pandemi. Kami akan terus menjaga kualitas makanan yang kami jual dan membuktikan bahwa usaha kecil bisa bertahan dan terus berkembang jika kita mau,” terang Erna.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan mengungkapkan bahwa Program Kemitraan ini merupakan komitmen PT Pertamina (Persero).

Melalui PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading Regional Jawa Bagian Barat terus mendukung kemajuan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) melalui Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PPUMK) untuk mendorong PUMK agar tetap produktif dimasa pandemi.

“Program kemitraan ini memang dimaksudkan agar para mitra UMK menjadi lebih kreatif dan inovatif melihat peluang di masa pandemi, tidak hanya bertahan tapi berkembang," kata Eko.

"Melalui program kemitraan, Pertamina disini hadir sebagai energi bagi UMK, dan bersama-sama kita menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Program ini juga bertujuan untuk terus mengimplementasikan poin 8 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Selain SDGs, Pertamina juga berupaya menjalankan Environmental, Social & Governance (ESG) dibidang sosial.

Dengan cara ini, Pertamina yakin dapat senantiasa menghasilkan manfaat ekonomi di masyarakat sesuai dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial.

Adapun syarat untuk dapat bergabung menjadi mitra binaan Pertamina dapat dilihat pada https://www.pertamina.com/id/program-kemitraan

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved