Berita Nasional

Said Didu Heran, Ada Orang Ngaku Paling NKRI dan Pancasilais tapi Tolak Pemutaran Film G30S/PKI

Film G30S/PKI diproduksi pada tahun 1981 berdasarkan sejarah resmi Orde Baru yang ditulis oleh Nugroho Notosusanto pada 1966.

Editor: Feryanto Hadi
istimewa
Poster Film Penumpasan G30S/PKI merupakan sejarah atau propoganda? 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Menjelang tanggal 30 September setiap tahun dalam beberapa tahun terakhir, selalu muncul kontroversi mengenai perlu tidaknya film 'Pengkhianatan G30S PKI' diputar kembali.

Film tentang peristiwa G30S PKI berjudul 'Pengkhianatan G30S/PKI' merupakan film dokudrama Indonesia yang pertama kali ditayangkan pada tahun 1984.

Film ini diproduksi pada tahun 1981 berdasarkan sejarah resmi Orde Baru yang ditulis oleh Nugroho Notosusanto pada 1966.

Namun, kini pemututaran film tersebut menimbulkan pro dan kontra.

Baca juga: Spanduk Tolak Tonton Film G30S/PKI Bertebaran di Sawah Besar, Mengatasnamakan Warga

Ada segolongan pihak yang menolak pemutaran kembali film tersebut.

Tokoh Nasional, Said Didu pun heran dengan fenomena ini.

Apalagi, ada pihak yang menolak pemutaran film tersebut, namun orang tersebut sebelumnya kerap mendengungkan pro NKRI dan Pancasilais.

"Sebagian besar akun kode NKRI, Pancasila dan sejenisnya "menolak" atau "protes" pemutaran film G 30 S/PKI. Akhirnya makin jelas," tulis Said Didu di Twitter, dikutip pada Rabu (29/9/2021).

Ada spanduk penolakan tonton film G30S/PKI

Sejumlah spanduk bertuliskan penolakan menonton film G30S/PKI terlihat di sejumlah wilayah di Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Selasa (28/9/2021) malam kemarin hingga Rabu (29/9/2021), pagi. 

Adapun pesan yang tertulis di spanduk-spanduk tersebut yakni 'Warga Kel Karanganyar Tolak Nobar Film G30S/PKI, 'Tolak Nobar Film G30S/PKI Warga Mangga Dua Selt, 'Tolak Nobar Film G30S/PKI Warga PS.BARU'. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kecamatan Sawah Besar, Darwis Silitonga, mengatakan pihaknya menemukan spanduk tersebut saat melakukan operasi tertib masker rutin pada Selasa malam. 

Baca juga: SEPUTAR G30S/PKI: Kisah Polisi Sukitman, Saksi Mata Keganasan Peristiwa Pembantaian di Lubang Buaya

"Kemarin itu tidak ada, nah pas tadi malam (Selasa) patroli prokes pada lapor (ada spanduk)," kata Darwis saat dihubungi lewat sambungan telepon pada Rabu (29/9/2021), sore. 

Darwis menjelaskan penemuan pemasangan spanduk itu telihat di enam lokasi di wilayah Sawah Besar, diantaranya di Pasar Baru, sekitar Wisma Antara, Mangga Dua, Stasiun Jayakarta, Pasar Gapok dan Jalan Samanhudi. 

Baca juga: Dilaporkan ke BK oleh 7 Fraksi terkait Paripurna Formula E, Pras Mengaku Cuma Akomodir Usulan

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved