Breaking News:

Antisipasi Melonjaknya Lagi Kasus COVID-19, Disiplin Prokes dan Vaksinasi Harus Terus Digencarkan

Saat terjadi peningkatan mobilitas dan pembukaan kegiatan di ruang publik, upaya mengenakan masker menjadi sangat penting.

Editor: Lucky Oktaviano
Tribunnews.com
Kerumunan warga berbelanja di salah satu supermarket di Singapura terjadi setelah pemerintah akan memberlakukan lockdown beberapa waktu lalu. Pandemi COVID-19 kembali mengalami lonjakan kasus. Pemerintah Singapura memprediksi penambahan 100 hingga 200 kasus per hari. (Salientlife93/Reddit) 

Untuk itu, masyarakat diharapkan terus disiplin 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak), mendukung pemerintah agar memperkuat 3T (testing, tracing, treatment), serta percepatan vaksinasi.

Menurutnya, jumlah kematian di Indonesia memang turun, tapi case fatality rate (angka kematian) masih cukup tinggi yakni 3,4 persen sedangkan secara global adalah 2 persen dan Asia 1,5 persen.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat segera melakukan vaksinasi agar lebih terlindungi dari risiko sakit berat dan kematian saat terpapar virus COVID-19.

“Negara dengan cakupan vaksinasi tinggi, biasanya angka kematian rendah,” tegas Masdalina.

Mengenai gelombang ketiga yang muncul di beberapa negara, Masdalina mengatakan, “Di kebanyakan negara saat ini kasus biasanya turun setelah 8-14 minggu. Kemungkinan disebabkan oleh virus yang beradaptasi, virus melemah, atau kontribusi dari upaya intervensi yang dilakukan.”

Saat yang sama, Dokter sekaligus Influencer Nadia Alaydrus menyatakan, munculnya gelombang ketiga di berbagai negara tersebut seharusnya menjadi perhatian dan menjadikan kita lebih waspada.

Yang sangat mungkin dilakukan oleh masyarakat, menurutnya, adalah memutus tali penularan dengan cara patuh protokol kesehatan, mengurangi mobilitas dan mendukung program-program pemerintah.

“Kita harus menyikapi pelonggaran dengan tetap dalam batasan. Sangat disayangkan kalau sampai lepas dan euforia. Ayo patuhi prokes, segera vaksinasi, dan jaga daya tahan tubuh,” ajak Nadia. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved