Breaking News:

Paranormal di Tangerang Sudah Diintai 3 Hari Sebelum Ditembak di Rumah

Dua tersangka penembakan misterius di Kunciran, Pinang, Tangerang, Banten sudah intai korban berinisial A selama tiga hari lamanya.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota/ Desy Selviany
Polisi tunjukan barang bukti penembakan di Kunciran, Pinang, Tangerang, Banten, Selasa (28/9/202 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI -Dua tersangka penembakan misterius di Kunciran, Pinang, Tangerang, Banten sudah intai korban inisial A selama tiga hari lamanya. Hal itu terpantau dari CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan selain memeriksa para saksi, pihaknya juga memeriksa CCTV di sekitar lokasi.

Kata Tubagus, ada beberapa rekaman CCTV yang didapatnya. Kemudian, rekaman-rekaman itu dirangkaikan hingga mengerucut ke satu tersangka.

Baca juga: AKP Supriyatin yang Pernah Ditembak Bandar Narkoba Bercita-cita Jadi Anggota TNI

"Diperoleh alat bukti dari CCTV yang dirunut, dan analisa IT hingga mengerucut ke para tersangka," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Pusat, Selasa (28/9/2021).

Polisi pun mengejar para tersangka hingga ke Serang, Banten. Rencananya para tersangka hendak melarikan diri ke Pulau Sumatera.

Dari empat tersangka, polisi hanya mendapatkan tiga tersangka.

Baca juga: Terungkap, Motif Penembakan Ustaz Armand, Dendam Berbalut Urusan Ranjang

Mereka yakni M sebagai inisiator, S sebagai joki, dan K sebagai eksekutor. Sementara Y sebagai penghubung M dan dua tersangka sudah berstatus buron.

Saat diperiksa, M pun mengakui perbuatannya. 

Ia menjelaskan alasannya nekat membunuh A karena motif balas dendam.

Ia dendam kepada A yang pernah meniduri istrinya di tahun 2010 lalu saat pemasangan susuk.

Baca juga: Polisi: Tak Ada Saksi Yang Melihat Langsung Penembakan Ustaz Armand di Tangerang

"Jadi sudah empat alat bukti kami punya, keterangan saksi dapat, keterangan ahli benar bahwa dari peluru berasal dari senjata dikuasi pelaku, kemudian pakaian di CCTV persis dan motor yang dipakai saat penembakan juga sama," tuturnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan bahwa dari runutan CCTV yang didapat, polisi menemukan tersangka S dan K yang sudah mengintai sejak tanggal 16 September 2021 atau tiga hari sebelum penembakan.

"Jadi tersangka membaca situasi. Karena terekam semua di CCTV mulai 16 September, 17 September, 18 September 2021. Dia lihat kapan sendiri korban untuk kemudian dilakukan aksi penembakan," jelas Yusri.

Atas perbuatannya ketiga tersangka dikenakan Pasal 340 KUHP terkait pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved