Breaking News:

Kriminalitas

KSP SB Dinyatakan Gagal Bayar Hingga Alami 'Rush', Alvin Lim Minta Korban Ambil Jalur Pidana

KSP Sejahtera Bersama Dinyatakan Gagal Bayar hingga Alami 'Rush', Alvin Lim Minta Korban Ambil Jalur Pidana. Berikut Selengkapnya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Ketua LQ Indonesia Lawfirm, Alvin Lim 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (KSP SB) dinilai kian mendekati akhir riwayatnya pasca dinyatakan gagal bayar sejak April 2020.

Pembayaran ganti rugi pun dikhawatirkan berujung kepada Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap para korban.

Terkait hal tersebut, Ketua Pengurus LQ Indonesia Lawfirm, Alvin Lim mengingatkan agar para korban mendorong kasus gagal bayar ke ranah pidana.

Hal itu ditegaskannya merujuk kondisi keuangan KSP SB yang kini sudah babak belur.

"Dapat saya pastikan KSP SB sudah berakhir riwayat bisnisnya dan akan hampir mustahil membayar dana para anggotanya," ungkap Alvin Lim dalam keterangan tertulis pada Senin (28/9/2021).

"Satu-satunya jalan terbaik adalah mengambil jalur pidana dan biarkan polisi menyita aset-aset yang ada sebelum dijual," jelasnya.

Baca juga: Berani, Percaya Diri, Baik Hati dan Tangguh.jadi Karakter Penting untuk Anak dapat Berprestasi

Baca juga: 7 Fraksi Penolak Interpelasi Formula E Melaporkan Ketua DPRD DKI ke Badan Kehormatan

Kasus gagal bayar KSP SB, lanjutnya, memicu penurunan kepercayaan para nasabah.

Belum lagi, adanya fenomena 'rush', yakni upaya nasabah menarik uang secara serentak.

Fenomena ini, ditegaskan Alvin Lim menjadi penyebab operasional bisnis KSP SB berhenti total.

"Kejadian ini disebut 'Rush' dalam institusi keuangan baik. koperasi maupun bank. Tidak akan ada yang bisa selamat jika semua deposan ingin menarik dananya sekaligus bersamaan," jelas Alvin Lin.

Baca juga: Baru Parkir Sebentar di Depan Minimarket di Pondok Aren, Motor Lenyap Digondol Maling

Baca juga: Kelurahan Rawa Bunga Gelar Vaksinasi Covid-19 Menggunakan Dua Jenis Vaksin, ada Pfizer dan Sinovac

Hal senada disampaikan advokat LQ Indonesia Lawfirm, Rizky Indra Permana.

Dirinya menilai lewat jalur pidana, hak seluruh korban dapat terpenuhi. 

"Info terakhir yang saya dapatkan, penyidik sudah menyita puluhan milyar aset KSP SB. Nantinya aset tersebutlah yang akan kami perjuangkan untuk diberikan ke para klien," kata Rizky.

"Hubungi LQ di 0818-0489-0999 segera, karena semakin lama menunggu maka kesempatan makin tipis dan mengecil," tambah Kepala Cabang LQ Indonesia Jakarta Pusat, Leo Detri.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved