Piala Sudirman

Jojo dan Ester Kalah, Dibalas Kemenangan Greysia/Apriyani Tim Indonesia Samakan 2-2 Tim Kanada

Di gim pembuka Jojo, sapaan Jonatan, tampil begitu menawan. Dari ketinggalan 7-9, dia bisa meraup poin demi poin demikian cepat

Editor: Umar Widodo
BWFBadminton.com
Jonatan Christie harus mengakui kehebatan tunggal putra Kanada Brian Yang pada laga Piala Sudirman grup C 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menang di gim pertama bukan jaminan bagi Jonatan Christie untuk bisa memenangi pertandingan. Itu dirasakannya saat berhadapan dengan Brian Yang asal Kanada di babak penyisihan Grup C perebutan Piala Sudirman XVII/2021.

Di gim pembuka Jojo, sapaan Jonatan, tampil begitu menawan. Dari ketinggalan 7-9, dia bisa meraup poin demi poin demikian cepat.

Secara beruntun dia menambah 14 poin untuk mengakhiri gim pertama dengan 21-9.

Sayang, di gim berikutnya dalam laga yang berlangsung di Energia Areena, Vantaa, Finlandia, Senin (27/9/2021) malam waktu setempat, Jojo tak mampu menjaga penampilannya.

Terbukti sudah memimpin 20-19, malah ketikung dan kalah 20-22.

Rupanya kegagalan memenangi gim kedua ini mengganggu fokus dan konsentrasi peraih emas Asian Games 2018 ini.

Setelah memimpin 4-0, Jojo malah tersusul 4-4, dan kemudian terus ketinggakan angka.

Di poin terakhir, pengamatan Jojo yang mengira shuttlecock keluar, justru dinyatakan masuk oleh hakim garis.

Jojo sempat protes. Tetapi wasit yang nemimpin laga pun menilai tetap masuk. Jojo pun kalah 18-21 .

Karena kekalahan Jojo ini, Indonesia tertinggal 1-2 lawan Kanada. Kekalahan sebelumnya diderita Ester Nurumi Tri Wardoyo yang takluk di tangan Rachel Chan.

Dua kemenangan Indonesia dipersembahkan Fajar Alfian/M. Rian Ardianto dan juara ganda putri Olimpiade Tokyo Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

"Terus terang saya merasa kecewa karena kekalahan ini dan tidak bisa menyumbang poin untuk Indonesia. Saya minta maaf atas kegagalan ini," sebut Jojo usai laga.

Menurut Jojo, memang tidak mudah menghadapi Brian Yang.

Saat melihat rekaman video ketika Brian berhadapan dengan Anders Antonsen (Denmark) pada laga Minggu (26/9/2021), Jojo melihat bahwa Brian bukan pemain sembarangan.

"Saya memang kalah dan banyak pelajaran dipetik. Ketika unggul dan sempat kehilangan satu poin di gim kedua, seharusnya saya tidak perlu mengubah strategi dengan bermain cepat yang menjadi kesukaan Brian. Sebagai pemain dia memiliki track record yang juga tidak jelek-jelek amat," sebut Jojo dilansir dari laman resmi PBSI.

Satu hal yang disesalkan oleh Jojo adalah tidak diterapkannya teknologi mata elang di lapangan 3.

Sehingga ketika ada keputusan hakim garis seperti yang dirasakan di poin terakhir, dirinya tidak bisa meminta review.

"Bukan soal kalah, tetapi kejuaraan sebesar ini harusnya seluruh lapangan ada teknologi hawk eye agar pertandingan lebih fair," ujar Jojo. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved