Breaking News:

Dinas SDA DKI Jakarta Gandengn PD PAL Jaya, Revitalisasi 5.000 Titik Tangki Septik Hingga 2022

Pada tahun 2020, revitalisasi tangki septik dilakukan di 434 titik wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
Wartakotalive.com/Anggie Lianda Putri
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Yusmada Faizal 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menggandeng PD PAL Jaya dalam pProyek revitalisasi tangki septik (septic tank).

Dalam proyek yang dikerjakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, ini ditargetkan ada 5.000 titik tangki septi hingga tahun 2022.

Saat ini, Pemprov DKI Jakarta telah merevitalisasi 1.017 titik tangki septik di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Pusat. Masih tersisa 3.983 titik lagi.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Yusmada Faizal mengatakan, proyek revitalisasi tangki septik telah dimulai sejak 2020 dan ditargetkan selesai 2022.

Total tangki septik yang bakal direvitalisasi mencapai 5.000 titik dan tersebar di berbagai lokasi Jakarta. Dalam proyek itu, Dinas SDA DKI Jakarta melibatkan BUMD PD Perusahaan Air Limbah (PAL) untuk mengakselerasi revitalisasi tangki septik.

“Subsidi ini diadakan sebagai upaya pemenuhan hak atas sanitasi layak untuk masyarakat,” kata Yusmada berdasarkan keterangannya pada Selasa (28/9/2021).

Baca juga: Pemprov DKI Siapkan Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat

Berdasarkan data dari SDA DKI Jakarta, total revitalisasi tangki septik sampai tahun 2022 mencapai 5.000 titik. Pada tahun 2020, revitalisasi tangki septik dilakukan di 434 titik wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Sementara pada 2021, tangki septik telah terpasang sebanyak 583 titik di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur dengan target penerima manfaat mencapai 2.000 kepala keluarga (KK) di akhir tahun 2021. Dengan begitu, masih ada 3.983 titik tangki septik yang belum terpasang.

Estimasi nilai pekerjaan untuk menyediakan dan memasang tangki septik di rumah warga sebesar Rp 10 juta per Kepala Keluarga (KK) dalam satu rumah.

Lebih dari 90 persennya ditanggung Pemprov DKI Jakarta melalui subsidi, sedangkan sisanya dibayarkan warga ke PD PAL Jaya.

Menurutnya, penerima subsidi diprioritaskan pada lokasi yang membutuhkan penanganan segera. Contohnya, belum memiliki tangki septik atau masih buang air besar sembarangan, memiliki tangki septik namun tidak kedap, bermukim di daerah yang terkena rob, bermukim di daerah dengan muka air tanah tinggi, bermukim di daerah dengan air tanah yang tercemar bakteri E coli dengan total coliform di atas 3.000 per 100 ml air atau bermukim di daerah rentan penyakit diare.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved