Breaking News:

Pelecehan di KPI

TES KEJIWAAN Korban Perundungan dan Pelecehan Seksual di KPI Mengalami Depresi dan Trauma Berat

Rony E Hutahaean menjelaskan, kliennya mengalami rasa guncangan mental, kedua depresi, ketiga mengalami stres akibat trauma pascaperundungan.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Hertanto Soebijoto
Wartakotalive.com/Miftahul Munir
Korban perundungan dan pelecehan seksual di kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berinisial MS  mendatangi gedung Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) pada Senin (27/9/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, CIRACAS - Korban perundungan dan pelecehan seksual di kantor KPI berinisial MS sempat menjalani pemeriksaan kejiwaan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur beberapa waktu lalu.

Kuasa hukum MS, Rony E Hutahaean menjelaskan, dari hasil pemeriksaan tim dokter RS Polri yang memeriksa, kliennya dinyatakan mengalami depresi dan trauma.

"Klien kami mengalami rasa guncangan mental, kedua depresi, ketiga adalah mengalami stres akibat trauma pasca perundungan dan pelecehan seksual," ujar dia di gedung LPSK Senin (27/9/2021).

Menurut dia, pemeriksaan kejiwaan di RS Polri Kramat Jati masih terus berjalan sampai saat ini.

Karena kliennya dijadwalkan tim dokter RS Polri menjalani pemeriksaan kejiwaan sebanyak 14 kali.

Seharusnya, hari ini kliennya menjalani pemeriksaan lanjutan psikologi paska mendapat perundungan dan pelecehan seksual.

Baca juga: Sudah 10 Tahun Lewat MS Baru Ceritakan Kasus Perundungan dan Pelecehan Seksual, Ini Alasannya

Baca juga: Ini Alasan MS Baru Menceritakan Kasus Perundungan dan Pelecehan Seksual di Kantor KPI

Namun, karena agendanya berbarengan dengan LPSK, maka pihaknya menunda pemeriksaan kejiwaan di RS Polri.

Sebab, kliennya meminta perlindungan dalam kasus yang dialaminya di kantor KPI.

"Kami berharap bahwa pemeriksaan lebih lanjut, baik itu di LPSK dan di RS Polri Kramat Jati menjadi bagian satu bagian yang tidak dipisahkan dari proses penyelidikan di Polres Jakarta Pusat," ucap Rony.

Sebelumnya, korban perundungan dan pelecehan seksual di kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berinisial MS  mendatangi gedung Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) pada Senin (27/9/2021).

Baca juga: KASUS Perundungan KPI, Hari Ini MS dan Kuasa Hukum Berencana Datangi Komnas HAM dan LPSK

MS datang ke gedung LPSK bersama kuasa hukumnya Rony E Hutahaean untuk meminta asesmen permohonan perlindungan yang sudah diajukan pada bulan Agustus 2021 lalu.

Rony mengaku kliennya sempat diberi pertanyaan oleh tim LPSK sebanyak 40 untuk mengetahui kondisi psikologinya.

"Di dalam pemeriksaan ini ada sekitar empat sub pertanyaan, masing-masing sub itu ada 10 pertanyaan," ujar dia. (m26)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved