Breaking News:

Berita Jakarta

Sawerigading Sayangkan Pencopotan Plang Aset di Gedung Eks Kejari Jakbar

Arief Ardian Susanto mengatakan, plang itu dibongkar oleh pihak-pihak yang mengaku dari pihak Kejari Jakbar.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi
Ist
Pekerja sedang membongkar plang kepemilikan aset milik Yayasan Sawerigading di eks Gedung Kejari Jakbar, Jalan Letjend S Parman Nomor 4, Jakarta Barat pada Kamis (23/9/2021) malam. (Istimewa) 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Yayasan Sawerigading Jakarta menyayangkan aksi pencopotan plang kepemilikan aset di kantor eks Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat, Jalan Letjend S Parman Nomor 4, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis (23/9/2021) malam.

Padahal keberadaan plang itu sebagai bentuk legitimasi bahwa lahan seluas 2.000 meter persegi di sana adalah milik yayasan.

Kuasa hukum Yayasan Sawerigading Jakarta Arief Ardian Susanto mengatakan, plang itu dibongkar oleh pihak-pihak yang mengaku dari pihak Kejari Jakbar.

Baca juga: Yayasan Maharani Kemala Foundation Gelar  Vaksinasi untuk Masyarakat Umum dan Disabilitas

Pihaknya menyayangkan, karena harusnya mereka melakukan komunikasi dulu dengan pemilik lahan yang sah, yaitu Yayasan Sawerigading.

“Saya juga menyayangkan saat pembongkaran terlihat ada oknum aparat yang seakan-akan ada dibalik pembongkaran. Padahal seharusnya aparat bisa melindungi warganya,” kata Arief pada Jumat (24/9/2021).

Menurut dia, lahan tersebut merupakan milik Sawerigading Jakarta dan hal ini telah mendapatkan kekuatan hukum tetap.

Hal ini sebagaimana putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat tahun 1996, Pengadilan Tinggi Jakarta tahun 1998 dan Mahmakah Agung tahun 2006.

Meski telah memenangkan gugatan hingga tingkat MA, namun pihak yayasan memberikan bantuan dana kepada Kejagung untuk percepatan proyek pembangunan gedung baru Kejari Jakbar di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat sekitar Rp 4,5 miliar pada 2007-2008 lalu.

Baca juga: Gubernur Ganjar Apresiasi Keseriusan Kementerian ATR/BPN Berantas Mafia Tanah

Duit tersebut diberikan sebanyak lima kali melalui pihak kontraktor yang disaksikan oleh Kejati, Jaksa Agung Muda Pembina (Jambin) dan Jaksa Agung Muda (Jamwas).

“Klien kami memberikan bantuan uang supaya pembangunan gedung baru bisa segera selesai dan gedung eks Kejari dikosongkan. Tapi sampai sekarang justru ada konstruksi baru di bagian belakang,” ujar Arief.

Baca juga: Terbukti Bersalah, Terdakwa Kasus Mafia Tanah 45 Hektar di Pinang DiJatuhi Hukuman 2 Tahun Penjara

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved