Breaking News:

Pelecehan di KPI

Korban Pelecehan dan Perundungan di KPI Datangi Gedung LPSK, MS Dinyatakan Paranoid Akut

MS datang ke gedung LPSK bersama kuasa hukumnya Rony E Hutahaean untuk meminta asesmen permohonan perlindungan yang sudah diajukan Agustus 2021 lalu.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Hertanto Soebijoto
Wartakotalive.com/Miftahul Munir
Korban perundungan dan pelecehan seksual di kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berinisial MS  mendatangi gedung Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) pada Senin (27/9/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, CIRACAS - Korban perundungan dan pelecehan seksual di kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berinisial MS  mendatangi gedung Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) pada Senin (27/9/2021).

MS datang ke gedung LPSK bersama kuasa hukumnya Rony E Hutahaean untuk meminta asesmen permohonan perlindungan yang sudah diajukan pada bulan Agustus 2021 lalu.

Rony mengaku kliennya sempat diberi pertanyaan oleh tim LPSK sebanyak 40 untuk mengetahui kondisi psikologinya.

"Di dalam pemeriksaan ini ada sekitar empat sub pertanyaan, masing-masing sub itu ada 10 pertanyaan," ujar dia.

Menurut Rony, pendampingan psikologi itu merupakan tanggungjawab LPSK dalam memberikan perlindungan selama kasus tersebut berjalan.

Hasil pemeriksaan psikologi MS, kata Rony kliennya dinyatakan mengidap paranoid akut atau rasa takut berlebihan.

Baca juga: Ini Alasan MS Baru Menceritakan Kasus Perundungan dan Pelecehan Seksual di Kantor KPI

Baca juga: KASUS Perundungan KPI, Hari Ini MS dan Kuasa Hukum Berencana Datangi Komnas HAM dan LPSK

Penyakit yang dialami MS setelah peristiwa perundungan dan pelecehan seksual di kantor KPI terjadi.

"Jadi rasa ketakutannya dua kali rasa ketakutan normal, setelah kasus dialaminya," ucapnya.

Rony belum tahu bentuk perlindungan yang diberikan oleh LPSK kepada kliennya.

Tapi permohonan perlindungan hukum yang diajukan oleh kliennya sudah diterima.

Baca juga: MS Merasa Kecewa dengan KPI, Pelaku Perundungan Tidak Diberi Sanksi Tegas

"Apakah nanti klien kami ini ditaruh ditempat aman sementara atau seperti apa kami belum tahu," jelasnya.(m26)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved