Breaking News:

Berita Jakarta

Gerindra Pastikan Anies Tak Bakal Hadiri Rapat Paripurna Interpelasi, Begini Alasanya

Syarif memprediksi rencana interpelasi Anies Baswedan soal Formula E masih jauh terlaksana.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi
Wartakotalive.com/Anggie Lianda Putri
Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Syarif di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (4/7/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dipastikan tak bakal menghadiri rapat paripurna soal interpelasi Formula E yang rencananya digelar pada Selasa (28/9/2021).

Sebab agenda tersebut baru sebatas pembahasan di lingkup internal DPRD DKI Jakarta.

“Nggak dong (Anies tidak datang), ini baru mengusulkan apakah interpelasi ini disetujui atau tidak dalam paripurna nanti,” ujar anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Syarif pada Senin (27/9/2021).

Menurutnya, rapat DPRD Provinsi dapat mengambil keputusan jika memenuhi kuorum. Sementara syarat kuorum untuk menggelar rapat paripuna lebih dari setengah anggota DPRD atau minimal 50 persen+1 orang.

Besok Rapat Paripurna, PDI Perjuangan Bantah Tudingan soal Interpelasi Formula E Langgar Tatib

Baca juga: Anggota Pemuda Pancasila Tewas saat Bentrok Berdarah dengan BPPKB, Polisi Peringatkan Kedua Ormas

Bila merujuk pada jumlah anggota DPRD DKI Jakarta yang berjumlah 106 orang, setidaknya harus ada 54 anggota dewan yang hadir untuk mengikuti paripurna.

“Kalau disetujui, nanti (Anies) dipanggil oleh Ketua Pansus, itu kan nanti dibikin Panitia Khusus,” ucap Syarif yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta in

Meski begitu, Syarif memprediksi rencana interpelasi Anies Baswedan soal Formula E masih jauh terlaksana.

Sebab rencana Anies menggelar Formula E didukung oleh 73 anggota DPRD DKI Jakarta dari tujuh fraksi.

Baca juga: DPRD DKI Jadwalkan Panggil Anies Lewat Paripurna Interpelasi Formula E Selasa Besok

Bila mengacu pada Pasal 129 ayat 4 UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, jika kuorum tidak terpenuhi, rapat dapat ditunda paling banyak dua kali dengan tenggang waktu masing-masing tidak lebih dari satu jam.

Kemudian pada Pasal 129 ayat 5 dijelaskan, apabila pada akhir waktu penundaan rapat kuorum belum juga terpenuhi, pimpinan dapat menunda rapat paling lama tiga hari atau sampai waktu yang ditetapkan oleh Badan Musyarawarah (Bamus).

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved