Breaking News:

Berita Jakarta

Begal Pohon di Jalan Cipete Raya Kembali Terjadi, Pohon Glodokan Tiang Berukuran Besar Dibabat Habis

Begal Pohon di Jalan Cipete Raya Kembali Terjadi, Pohon Glodokan Tiang Berukuran Besar Dibabat Habis Orang Tidak Dikenal. Berikut Selengkapnya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Cipete Selatan menunjukan pohon Glodokan Tiang yang dibabat habis di Jalan Cipete Raya, tepatnya depan Restoran Kepala Manyung Bu Fat, Cilandak, Jakarta Selatan pada Minggu (26/9/2021). 

Misteri hilangnya pohon glodokan tiang tersebut dibenarkan Ketua RW 04 Cipete Selatan, Abdul Haris.

Pria yang akrab disapa Haris itu mengungkapkan terkejut mengetahui hilangnya pohon glodokan tiang.

Sebab, baik dirinya dan warga masih melihat pohon berdiameter sekira 40 cm itu masih tegak berdiri beberapa hari lalu.

Kondisi trotoar di Jalan Cipete Raya, tepatnya depan Lawson, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan. Sebelumnya, sebatang pohon glodokan tiang setinggi sekira delapan meter berdiri tegak di sisi jalan tersebut.
Kondisi trotoar di Jalan Cipete Raya, tepatnya depan Lawson, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan. Sebelumnya, sebatang pohon glodokan tiang setinggi sekira delapan meter berdiri tegak di sisi jalan tersebut. (Istimewa)

"Justru itu saya juga sebagai Ketua RW tak mengetahui, saya justru tahu laporan dari salah satu pengurus RPTRA lalu ditindaklanjuti dengan tegoran juga dari pak Lurah," ungkapnya pada Senin (16/11/2020).

"Pak lurah tanya, 'apakah sudah memiliki izin dengan saya selaku Ketua RW dan Ketua RT?', yah saya jawab saya nggak tahu menahu," tambahnya.

Baca juga: Dibully Usai Rencana Jahatnya untuk Anies dan Habib Rizieq Terbongkar, Aoki Vera Bakal Klarifikasi

Terkait surat teguran tersebut, dirinya kemudian berkordinasi dengan Ketua RT 06 Cipete Selatan, Hasyim serta sejumlah Ketua RT lainnya.

Jawaban serupa katanya dilontarkan sang Ketua RT.

Hasyim diungkapkan Haris tidak mengetahui adanya penebangan pohon liar tersebut. 

"Saya konfirmasi ke para Ketua RT ternyata mereka juga nggak tahu ada penebangan," imbuh Haris.

Mengetahui hal tersebut, dirinya kemudian bersama warga mencoba menyelidiki kasus penebangan pohon liar tersebut.

Baca juga: Gus Miftah Ingatkan Pesan KH Maimun Zubair, Warga Nahdlatul Ulama Tidak Boleh Benci Habib

Diketahui penebangan pohon tersbeut terjadi pada sekira Sabtu (14/11/2020) dini hari. 

"Saat saya selidiki informasi penebangan dilakukan pada malam hari, sekitar pukul 12-an malam ke atas," jelasnya.

Bersamaan dengan penelusuran, dirinya bersama warga juga telah bertemu dengan pengelola Lawson.

Pihak pengelola pun katanya mengakui adanya penebangan pohon tersebut. 

"Saya sudah mendatangi pihak Lawson, dia bilang saya sudah beritahu ada penebangan, saya minta surat izinnya mana penebangan? Dia bilang, 'nggak ada izin pak'," ungkap Haris menirukan.

"Saya tanya ke mana bicaranya? Dia bilang dengan Dishub Jakbar, lah kan saya kaget apa hubungannya dengan Dishub?, sedangkan ini kan urusannya di bawah penaungan Dinas Perhutanan dan Pertamanan, nah ini yang jadi anehnya, dia tiba-tiba saja dengan nekatnya main tebang-tebang saja," jelasnya.

Baca juga: Anies Baswedan Bandingkan Imbauan dan Sanksi untuk Habib Rizieq dengan Pilkada di Indonesia

Atas hal tersebut, dirinya kemudian meminta pihak pengelola Lawson untuk memberikan klarifikasi kepada Lurah Cipete Selatan, Fuad di Kantor Lurah Cipete Selatan pada Senin (16/11/2020). 

Namun, pihak pengelola diungkapkan Haris tidak kunjung datang hingga petang.

"Saya kemaren telepon minta jam 10 datang ke kelurahan hari ini untuk klarifikasi, tapi dia nggak datang juga," ungkap Haris.

"Kita minta supaya pihak pengelola bertangung jawab atas penebangan pohon liar ini," tutupnya.

Akses Parkir Mini Market

Ditemui terpisah, Rico, warga setempat menduga penebangan pohon sengaja dilakukan untuk membuka akses lahan parkir minimarket.

Sebab, pohon yang berada tepat di depan Lawson Cipete itu dipotong habis sebelum Lawson Coffe diresmikan.

"Jadi pohon itu sengaja ditebang malem biar nggak ketahuan warga. Pohon itu ditebang buat buka akses parkir Lawson, jadi keluar masuk mobil nggak terhalang pohon," ungkap Rico.

Atas hal tersebut dirinya mewakili warga meminta kepada Pemerintah Kotamadya Jakarta Selatan menelusuri hilangnya pohon glodokan tiang.

Sebab, penebangan pohon liar menurutnya sangat sarat kepentingan.

Apalagi kondisi pohon dalam keadaan baik dan tidak membahayakan.

Selain itu, keberadaan pohon diungkapkan Rico sangat bagus bagi lingkungan, selain menjadi paru-paru kota, rindangnya pohon juga memberikan teduhan bagi pejalan kaki yang melintas.

"Pohonnya nggak kenapa-kenapa, kecuali pohonnya itu ngebahayain, udah keropos atau rawan tumbang. Lah ini pohonnya rindang, malahan sekarang habis ditebang justru lingkungan jadi panas," keluhnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved