Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka

Rencananya Sebanyak 899 Sekolah di DKI Jakarta Jalani PTM Terbatas Tahap II Mulai 4 Oktober 2021  

Dinas Pendidikan DKI Jakarta berencana menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas tahap II mulai 4 Oktober 2021.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Sigit Nugroho
Wartakotalive.com/Yolanda Putri Dewanti
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana. 

WARTAKOTALIVE.COM, CILINCING - Dinas Pendidikan DKI Jakarta berencana menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas tahap II mulai 4 Oktober 2021.

Direncanakan ada sebanyak 899 sekolah yang akan mengikuti PTM terbatas tahap II itu.

Jumlah tersebut menambah 610 sekolah di DKI Jakarta yang sudah terlebih dulu melaksanakan PTM terbatas tahap I pada 30 Agustus 2021. 

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, meluruskan informasi yang menyatakan sekolah yang lolos PTM terbatas tahap II mulai digelar pada Senin (27/9/2021).

“Jadi gini, bukan hari Senin (27/9/2021) besok ya (dibuka),” ujar Nahdiana saat ditemui di SMP Negeri 289 Jakarta, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (26/9/2021).

Baca juga: Demi Menambah Jumlah Sekolah yang Bisa Menggelar PTM, Dinkes DKI Berupaya Percepat Vaksinasi Remaja

Baca juga: Ini Tanggapan Walkot Jakpus Terkait Klaster PTM Covid-19

Baca juga: Wagub DKI Ahmad Riza Patria Berharap Anak di Bawah Usia 12 Tahun Divaksin Covid Agar Bisa Gelar PTM

Menurut Nahdiana, 899 sekolah tersebut masih dalam tahap asesmen atau penilaian sekaligus akan diverifikasi apakah siap atau tidak protokol kesehatannya apabila menggelar PTM terbatas.

"Jadi sekarang, kami siapkan agar mereka bersiap-siap mereka yang dinyatakan lolos di dalam buka sekolah," ujar Nahdiana. 

Apabila ratusan sekolah tersebut dinyatakan lolos verifikasi, maka PTM terbatas tahap II dijadwalkan menggelar PTM pada 4 Oktober 2021. 

“Nanti akan dibuka di tanggal 4 (Oktober) ya kalau nggak salah,” terang Nahdiana.

Sementara apabila dalam proses tahap verifikasi ditemukan pelanggaran protokol kesehatan, maka sekolah yang sedang menjalani asesmen itu akan dicoret dan tidak bisa mengadakan PTM terbatas.

"Nanti kalau verifikasi atau ada (masalah) setelah pelaksanaan kerja sama, kalau ada temuan lain-lain, kita tutup kembali, kan prosedurnya kayak gitu," tegas Nahdiana. 

Hal tersebut juga sekaligus untuk mengantisipasi kemungkinan adanya klaster sekolah penyebaran Covid-19 saat PTM terbatas. 

Sebelumnya, ada penambahan 899 sekolah yang menjalani PTM dalam SK Dinas Pendidikan DKI Nomor 984/2021 tentang Penetapan Satuan Pendidikan yang Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pembelajaran Campuran Tahap II pada Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

Sehingga dengan demikian total 1.509 sekolah dimana sebelumnya ada 610 sekolah yang lebih dulu menggelar PTM terbatas dalam SK Dinas Pendidikan DKI yang diterbitkan 24 September 2021.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved