Breaking News:

Banyak Bangunan Bersejarah, Disporyata Depok Ingin Jadikan Kota Depok Heritage Tourism

Tatik menyebutkan sebagai langkah awal rencana pengembangan wisata bersejarah, di awali dahulu dengan pendaftaran obyek diduga cagar budaya.

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Murtopo
Jakartabytrain
Ilustrasi Jembatan Panus 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Mochammad Dipa

WARTAKOTALIVE.COM - Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tengah berupaya mewujudkan kawasan wisata bersejarah di Kota Depok.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Kebudayaan dan Pengembangan Kepariwisataan Disporyata Kota Depok Tatik Wijayati kepada Tribunnewsdepok.com, Jumat (24/9/2021).

"Kota Depok akan memploting untuk pariwisata bersejarah yang disebut heritage tourism. Nah ini dimulai untuk penataan obyek yang di duga cagar budaya, terutama yang ada dikawasan jalan Pemuda karena banyak obyek bersejarah, dan juga banyak obyek wisata bersejarah lainnya yang tersebar di Kota Depok," ujarnya.

Menurut Tatik, ada banyak obyek bersejarah di Kota Depok, seperti stasiun kereta api, Jembatan Panus, Rumah Tua di Pondok Cina, dan Rumah Tua Cimanggis yang kini hampir selesai proses revitalisasinya untuk dikembalikan kembali seperti bentuk aslinya di era tahun 1700-an.

Baca juga: Cerita Risya Cahya Fadhila, Sarjana Teknik Metalurgi Material yang Jadi Mpok Depok 2019

Tatik menyebutkan sebagai langkah awal rencana pengembangan wisata bersejarah, di awali dahulu dengan pendaftaran obyek diduga cagar budaya (ODCB) ke aplikasi milik Kemendikbud yaitu Registrasi Nasional Cagar Budaya.

"Masyarakat boleh mengusulkan sendiri obyek bersejarah untuk diregistrasi nasional. Kalau memang obyek tersebut milik perorangan atau komunitas," ucap Tatik.

Setelah diregistrasi nasional, lanjut Tatik, Disporyata Depok akan memanggil tim ahli cagar budaya (TACB) Kota Depok.

Baca juga: Tak Hanya Kesan Angker, Jembatan Panus Bakal Jadi Spot Instagramable Lewat Beragam Ornamen & Lampu

"Kita punya enam orang TACB dimana mereka merupakan ahli sejarah, ahli sosiologi, antropologi, arsitek untuk mengkaji obyek diduga cagar budaya. Setelah dikaji dan masuk kriteria cagar budaya maka bangunan bersejarah tersebut berubah statusnya jadi cagar budaya," ujar Tatik.

Lalu Disporyata membuatkan Surat Keputusan penetapan ODCB menjadi OCB yang ditetapkan oleh Walikota Depok.

BACA SELENGKAPNYA DI SINI >>>

Sumber: Tribun depok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved