Breaking News:

Ini Tanggapan Walkot Jakpus Terkait Klaster PTM Covid-19

Guna mencegah adanya klaster PTM, Pemerintah Kota Jakarta Pusat akan menaruh perhatian serius kepada aturan pelaksanaan PTM

Warta Kota/ Muhamad Fajar Riyandanu
Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma saat ditemui di Pos RW 09, Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat pada Sabtu (25/9/2021), siang. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma mengaku belum mendapatkan laporan perihal adanya klaster Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Covid-19 di wilayah Jakarta Pusat

"Belum, kami belum mendapatkan informasi itu," kata Dhany saat ditemui di Pos RW 09 Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat pada Sabtu (25/9/2021), siang. 

Pernyataan Dhany selaras dengan ucapan dari dua Kepala Suku Dinas (Kasudin) Pendidikan Jakarta Pusat. Kasudin Pendidikan I Jakarta Pusat, Slamet, dan Kasudin Pendidikan II Jakarta Pusat, Uripasih.

Keduanya memastikan tidak ada sekolah di wilayahnya yang didapati menjadi klaster Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Covid-19. 

"Belum ada laporan terkait adanya temuan kasus Covid-19," kata Uripasih saat dihubungi melalui telepon pada Jumat (24/9/2021), malam. 

Sementara itu, Slamet juga mengatakan tidak ada sekolah di wilayahnya yang terbukti ditemukan kasus Covid-19 selama proses PTM. "Tidak ada," singkat Slamet melalui aplikasi WhatsApp pada Jum'at (24/9/2021), malam. 

Guna mencegah adanya klaster PTM, Pemerintah Kota Jakarta Pusat akan menaruh perhatian serius kepada aturan pelaksanaan PTM di tiap-tiap sekolah.

Dhany juga meminta peran orang tua dan kerabat para siswa untuk memantau aktivitas di luar sekolah. 

Dhany Sukma meyebut, agar tidak terjadi klaster, protokol kesehatan saat PTM harus menjaadi perhatian serius, baik pada saat di rumah maupun di luar sekolah.

"Karena justru aktivitas di luar sekolah itu pemantauannya melalui keluarga," ujarnya. 

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat dan warga sekolah untuk segera menghubungi Pemkot Jakpus jika mendapati sekolah yang terpapar Covid-19

"Infomasi yang penting dari masyarakat ini yang harus kita lakukan upaya pencegahan dan penegakkan protokol kesehatan," jelas Dhany. 

Perihal ditanya berapa jumlah sekolah yang ditutup akibat pelanggaran prokes, Dhany enggan menjawab.

Ia hanya mengatakan sekolah-sekolah yang melanggar prokes akan ditindak sesuai aturan yang berlaku. 

"Kalaupun ada, paling ditindak sesuai dengan standar saja, prosedur yang sudah ditetapkan," pungkas Dhany. (M29)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved