Breaking News:

Hingga Subuh Ini, Polisi Pastikan Bundaran Alam Sutera Tanpa Keramaian

Menurutnya operasi dilangsungkan sejak pukul 22.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB. Pantauan di lokasi, Sabtu dinihari, kawasan tampak bebas dari kerumunan

Penulis: Rizki Amana | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/ Rizki Amana
Petugas Satlantas Polres Tangsel sedang memberikan sosialisasi kepada pengendara yang melintas di kawasan Bunderan Alam Sutera, Serpong Utara pada Operasi Crowd Free Night 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG SELATAN -- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tangerang Selatan menggelar operasi Crowd Free Night di kawasan Bundaran Alam Sutera, Pakulonan, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Jumat (24/9/2021) malam hingga Sabtu (25/9/2021) subuh ini.

Crowd Free Night adalah malam bebas keramaian.

Ini artinya polisi akan memastikan kawasan Bundaran Alam Sutera bebas dari keramaian atau dijadikan tempat nongkrong muda-mudi, seperti biasanya.

Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Dicky Sutan mengatakan kegiatan tersebut juga ditujukan untuk membatasi mobilitas masyarakat. 

"Tujuannya adalah pembatasan mobilitas terhadap kendaraan maupun pejalan kaki," katanya saat ditemui di lokasi, Serpong Utara, Kota Tangsel, Jumat (24/9/2021) malam. 

Dicky menuturkan dalam operasi tersebut pihaknya tak melakukan pemeriksaan surat-surat kendaraan maupun kelengkapan berkendara bagi pengemudi.

Sebab sesuai intruksi Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), operasi pemeriksaan surat kendaraan justru akan berpotensi menimbulkan keramaian dan penyebaran Covid-19.

"Untuk kegiatan kita malam ini targetnya adalah untuk mencegah terjadinya kerumunan. Tidak ada razia pemeriksaan surat kendaraan," ungkapnya. 

Dicky memastikan operasi Crowd Free Night hanya bersifat situasional terhadap kawasan yang kerap dinilai berpotensi kerumunan.

Menurutnya operasi dilangsungkan sejak pukul 22.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB. 

Pantauan Wartakotalive.com di lokasi, Sabtu dinihari, banyak dari pengguna jalan yang diminta petugas untuk memutarbalikan kendaraannya.

Kendati demikian, Dicky memastikan kendaraan yang masuk dalam kategori kritikal dan esensial dapat melintas di kawasan tersebut.

"Kendaraan yang akan masuk ke Alam Sutera kita alihkan, kemudian yang bisa masuk ke dalam adalah penghuni ataupun kegiatan medis dan ambulans," katanya. (m23)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved