Breaking News:

Vaksinasi Covid

Demi Menambah Jumlah Sekolah yang Bisa Menggelar PTM, Dinkes DKI Berupaya Percepat Vaksinasi Remaja

Dinas Kesehatan DKI Jakarta terus berupaya melaksanakn vaksinasi Covid-19 bagi remaja guna memberikan keamanan.

Istimewa
Dukung Pemprov DKI Jakarta mencapai herd immunity Sarana Jaya menggelar vaksinasi Covid-19 untuk warga di atas 12 tahun. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta terus berupaya melaksanakn vaksinasi Covid-19 bagi remaja guna memberikan keamanan.

Hal itu dilakukan seiring akan bertambahnya jumlah sekolah di DKI Jakarta yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM).

"Nah, itu yang tentu kami dorong supaya lebih tinggi cakupannya. Artinya kalau masih ada anak remaja yang belum vaksin, mari kami bantu supaya dia cepat vaksin," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes DKI Dwi di Jakarta, Sabtu (25/09/21).

Dwi berujar bahwa hingga kini tersisa sekitar 15% remaja di Jakarta yang belum vaksin.

Namun, hampir seluruh lapisan warga bisa mendapatkan vaksin.

Baca juga: Tinjau IPB, Presiden Jokowi Minta Mahasiswa Gerakkan Masyarakat Ikut Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Pemprov DKI Tunggu Kebijakan Pusat Soal Vaksinasi Covid-19 untuk Anak di Bawah 12 Tahun

Baca juga: Kapal Ocean Combat#001, Inovasi untuk Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19 Warga Kepulauan

Hal itu terjadi, karena ada beberapa hal yang menghalangi warga untuk divaksin selain kategori usia, juga hanyalah penyakit penyerta dan kemauan warga itu sendiri.

"Ya, jadi prinsipnya hampir semua orang yang memenuhi syarat itu bisa divaksin. Jadi kalau merasa punya komorbid, punya ini itu silakan kalaupun ingin periksa dulu. Tapi hampir mayoritas orang 98% mungkin bisa vaksin sebenarnya," jelasnya.

Sementara itu, guna mempercepat herd immunity tidak hanya untuk remaja tetapi juga kepada guru yang akan mengajar selama PTM.

Dinkes DKI selalu berupaya dengan memperbanyak fasilitas kesehatan serta sentra yang dapat melayani vaksinasi Covid-19.

"Jadi sedikit-sedikit mereka tetap mengakses vaksin. Berusaha juga kita mendekatkan layanan vaksin. Itu yang berusaha kita penuhi. Puskesmas dengan sekolah juga sudah punya kerjasama untuk termasuk persiapan PTM sehingga bisa kalau ada kebutuhan, ternyata masih ada anak murid yang blm vaksin itu bisa menghubungi puskesmasnya untuk divaksin," tutupnya.

Diketahui, pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Ibu Kota digelar secara bertahap. Kini ada 610 sekolah dari jenjang PAUD sampai SMA/SMK yang mengikuti PTM di sekolah dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Dalam 27 September mendatang, tatap muka bisa dilaksanakan di 1.500 sekolah.

Pembukaan sekolah tatap muka ini, berangkat dari keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memperbolehkan PTM dengan protokol kesehatan ketat.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved