Breaking News:

Pembangunan Sumur Resapan Targetnya 40 ribu titik, Saat ini Baru Teralisasi 22 ribu titik.

Sejumlah antisipasi sudah dilaksanakan untuk mencegah atau menurunkan cakupan banjir. Menyiagakan ratusan pompa air serta membangun sumur resapan.

Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Yusmada Faisal di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (23/09/21). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR --   Seperti tahun-tahun sebelumnya, puncak musim hujan di ibukota diperkirakan diawal tahun. Sejumlah antisipasi sudah dilaksanakan untuk mencegah atau menurunkan cakupan banjir. Menyiagakan ratusan pompa air serta membangun sumur resapan

Sayangnya, sekitar empat bulan tersisa, pembangunan sumur resapan ternyata baru sekitar 50 persen dari target. 

Dinas Sumber Daya Air (SDA) telah menyiagakan ratusan unit pompa air yang ditempatkan di 180 lokasi, terutama pada saat puncak musim hujan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Yusmada Faisal menyampaikan, pompa yang disiapkan terdiri atas 480 pompa permanen (stasioner) dan 327 pompa portabel (mobile).

"Lokasi pompa kita itu ada di 180 titik termasuk yang ada di waduk, di pinggir-pinggir kali itu jumlahnya ada 480 unit pompa 'stasioner'," ucap Yusmada di Balai Kota Jakarta, Kamis (23/09/21).

Baca juga: Antisipasi Banjir dan Genangan Saat Musim Hujan, Camat Ciracas Siapkan 85 Sumur Resapan

Baca juga: Antisipasi Banjir, Pemkot Jakbar Bangun 12 Drainase Vertikal

Baca juga: Antisipasi Banjir, DPRD Minta Pemprov DKI Bersihkan Saluran Air dan Resapan

Ia menjelaskan sejumlah upaya dilakukan untuk mitigasi banjir di DKI Jakarta, salah satunya dengan memastikan seluruh pompa air tersebut dapat berfungsi dengan baik.

Tak hanya itu, Pemprov DKI Jakarta juga tengah membangun sumur resapan dengan target 40 ribu titik sampai diakhir tahun. Namun hingga saat ini, pembangunan sumur resapan baru dapat direalisasikan di 22 ribu titik.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) DKI telah melakukan serangkaian upaya preventif untuk menghadapi cuaca ekstrem, yaitu dengan cara sosialisasi, membagikan buku panduan bencana kepada masyarakat, koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait

Mitigasi banjir juga dilakukan, seiring dengan puncak musim hujan di Jakarta yang diperkirakan terjadi pada awal 2022 mendatang, berdasarkan prediksi BPBD DKI Jakarta. (m27)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved