Breaking News:

Disdik DKI Rutin Lakukan Swab Antigen Berkala di Sekolah yang Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka

Dinas Pendidikan DKI Jakarta melibatkan Dinas Kesehatan untuk melaksanakan swab antigen secara berkala di sekolah-sekolah.

Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
Pembelajaran tatap muka (PTM) digelar di SDN Tanjung Priok 01, Jakarta Utara, Senin (30/8/2021) menerapkan protokol kesehatan. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Antisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah, Dinas Pendidikan DKI Jakarta melibatkan Dinas Kesehatan untuk melaksanakan swab antigen secara berkala di sekolah-sekolah.

Swab antigen dilakukan di satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) sejak 30 Agustus 2021 lalu.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan, kasus penyebaran Covid-19 perlu menjadi perhatian bersama.

Pihaknya bersama Dinkes DKI telah menyusun skema bila ditemukan kasus positif.  Pasalnya tidak menutup kemungkinan bakal ditemukan kasus Covid-19 pada saat dilaksanakannya PTM terbatas di sekolah.

Baca juga: Pemkot Bogor Ujicoba 73 Sekolah Bakal Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Ini Kata Dedie A Rachim

Baca juga: Temuan 25 Klaster Covid-19 Saat PTM di Jakarta, Kasudin Pendidikan Jaksel: Kami Belum Dapat Laporan

Bahkan Disdik telah membuat standar prosedur rem darurat (emergency break) dengan melakukan tracing, testing dan treatment, serta sekolah ditutup sementara selama 3 x 24 jam untuk dilakukan disinfektasi.

Kebijakan itu dikeluarkan jika ditemukan adanya kasus aktif Covid-19 di satuan pendidikan,.

“Dinas Pendidikan DKI Jakarta bekerja sama dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk melakukan tes swab antigen secara berkala di sekolah-sekolah yang melakukan PTM terbatas, untuk melihat positivity rate yang ada di sekolah,” ujar Nahdiana berdasarkan keterangannya pada Jumat (24/9/2021).

Nahdiana berharap, adanya kolaborasi yang efektif antara guru, kepala sekolah, komite sekolah, pengawas sekolah serta orangtua dan masyarakat untuk melaksanakan prokes yang ketat. Termasuk, kata dia, pola hidup bersih dan sehat demi suksesnya implementasi PTM terbatas di DKI Jakarta.

Baca juga: Legislator Desak Disdik dan Dinkes DKI Investigasi Temuan 25 Klaster saat PTM di Jakarta

Baca juga: Ada 25 Klaster Covid-19 Selama PTM di Jakarta, Dinkes DKI Lakukan Investigasi

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menegaskan, kasus yang ditemukan dalam pemberitaan beberapa hari belakangan adalah kasus sebelum PTM terbatas dimulai. Karena itu, tidak ada hubungan dengan PTM terbatas dan tidak sesuai dengan fakta yang ditemukan di lapangan.

“Kita perlu hati-hati dalam memakai istilah klaster. Definisi klaster adalah ada minimal dua kasus dan terbukti secara epidemiologi penularannya terjadi di sekolah," ujarnya

"Adanya beberapa kasus di sekolah dalam satu waktu tidak memastikan apakah menjadi satu klaster atau tidak, karena mayoritas kasus yang ada saat ini adalah kasus yang berdiri sendiri, bukan menjadi klaster,” terang Dwi.

Seperti diketahui, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi RI telah merilis data survei 25 klaster Covid-19 ditemukan di Ibu Kota yang berasal dari pembelajaran tatap muka (PTM). Data yang diunggah di webiste sekolah.data.kemdikbud.go.id tersebut menuliskan data survei per tanggal 22 September 2021 terdapat 25 klaster dari 897 responden sekolah yang mengisi survei.

Lalu, dari 25 klaster tersebut, terdapat rinciannya yakni Jakarta Timur 6 klaster, Jakarta Utara 5 Klaster, Jakarta Selatan 5 klaster dan 1 klaster di Jakarta Pusat, dan untuk Jakarta Barat menjadi wilayah dengan klaster PTM tertinggi dengan 8 klaster.

Total Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) yang tercatat positif Covid-19 mencapai 227 kasus. Sedangkan peserta didik yang terpapar Covid-19 dan berstatus positif total 241 kasus. (faf)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved