Breaking News:

Berita Jakarta

Cegah Banjir di Musim Penghujan, Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat Bangun Tiga Bioswale

Bioswale memiliki fungsi untuk menghilangkan lumpur dan polusi dari air limpasan permukaan.

Warta Kota/Muhamad Fajar Riyandanu
Mila Ananda selaku Kepala Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat di RTH Segitiga depan Gedung Manggala Wanabakti pada Jumat (24/9/2021), sore. 

WARTAKOTIVE.COM, MENTENG - Menghadapi musim penghujan, Suku Dinas (Sudin) Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat akan membuat Bioswale untuk mengatasi banjir.

Adapun Bioswale adalah sistem rembesan air hujan alami yang di atasnya terdapat tanaman, bunga serta semak belukar.

Rencananya, sisi atas Bioswale akan ditanami tanaman hias seperti tanaman tifa, melati air, alang-alang, dan philo kuning.

Bioswale juga memiliki fungsi untuk menghilangkan lumpur dan polusi dari air limpasan permukaan.

Baca juga: Komisi D DPRD Pertanyakan Target Pemprov DKI Banjir Surut 6 Jam

Mila Ananda, Kepala Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat mengatakan, Bioswale tersebut akan dilengkapi dengan lubang biopori diameter besar. 

Lebih lanjut, kata Mila, hal ini ditujukan untuk menampung air hujan sebanyak-banyaknya.

"Sudin Pertamanan dan Hutan Kota ditugaskan untuk mengantisipasi datangnya musim hujan terutama pada area yang sering terjadi genangan," kata Mila di RTH Segitiga depan Gedung Manggala Wanabakti pada Jumat (24/9/2021), sore.

Hingga saat ini, ujar Mila, Pemerintah Kota Jakarta Pusat telah menemukan tiga lokasi yang cocok untuk Bioswale.

Baca juga: Peringati Hari Tani Nasional, Mahasiswa Gelar Aksi Teatrikal Bertajuk September Hitam

Baca juga: Banjir Mengancam Jakarta, Dinas SDA DKI Siagakan Ratusan Pompa Air yang Ditempatkan di 180 Lokasi

iga tempat tersebut yakni Jalan Tambak, Pegangsaan, dengan luas ruang pada Ruang Terbuka Hijau (RTH) sekira 3,9 meter.

Lokasi berikutnya ada di Jalan Industri, Sawah Besar, dengan luas ruang pada RTH sekira 4,2 meter. Lokasi ketiga yakni kawasan Gedung Manggala Wanabakti Jalan Jenderal Gatot Subroto, Tanah Abang, dengan luas ruang pada RTH sekira 4 meter. "Satu lokasi dibutuhkan sekitar 500-1.000 bibit tanaman hias," ucapnya.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved