Breaking News:

Berita Nasional

Wapres: 27 Juta Warga Miskin Terdampak Pandemi, 10 Juta di Antaranya Masuk Kategori Miskin Ekstrem

Jumlah penduduk miskin pada Maret 2021 mencapai 27,54 juta orang. Jumlah ini meningkat 1,12 juta orang dibanding Maret 2020.

Warta Kota/Muhamad Fajar Riyandanu
Wakil Presiden Ma'ruf Amin bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh saat ditemui di Bentara Budaya Jakarta pada Kamis (23/9/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, TANAH ABANG - Wakil Presiden Ma'ruf Amin membenarkan adanya penambahan masyarakat miskin di Indonesia akibat Pandemi Covid-19. "Betul ada penambahan kemiskinan baik yang kronis dan ekstrem," kata Ma'ruf saat ditemui di Bentara Budaya Jakarta, Tanah Abang pada Kamis (23/9/2021), pagi. 

Lebih lanjut, kata Ma'ruf, jumlah total masyarakat miskin yang terdampak pandemi mencapai 27 juta warga.

"Yang ekstrem itu sekitar 10 juta lebih. Nah yang ingin kita selesaikan sampai 2024 itu yang 10 juta itu," sambung Ma'ruf. 

Baca juga: CALON Panglima TNI Pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto, Anggota DPR: Surpres Keluar Setelah PON Papua

Merujuk pada definisi dari Bank Dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kategori kemiskinan ekstrem yakni warga yang berpenghasilan kurang dari 1,9 dollar AS per hari.

Guna mengatasi tingkat kemiskinan ekstrim di masyarakat yang kian meninggi, Ma'ruf menyebut, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), telah menyediakan anggaran sampai tahun 2024. 

Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin pada Maret 2021 mencapai 27,54 juta orang. Jumlah ini meningkat 1,12 juta orang dibanding Maret 2020.

Baca juga: Ingatkan Kewenangan Pemda dalam Pemutakhiran Data Kemiskinan, Mensos Risma Surati Pemkab Sleman

"Budget yang diberikan untuk 2021 itu sekitar 20% untuk dua jutaan lebih warga miskin ekstrrm. Ini paling berat karena waktunya sebentar," jelas Ma'ruf. 

Ketua TNP2K tersebut menambahkan, di tahun 2022 dan 2023, Pemerintah menargetkan masing-masing 30 sampai 35 persen masyarakat miskin ektrem dapat diatasi.

Baca juga: Sri Mulyani Singgung Penyaluran Bansos di Daerah Lambat, Minus 27,4 Persen 

"Sisanya di tahun 2024. Roadmap nya sudah ada, sudah disiapkan, tentu tergantung situasi dan keadaan. Untuk yang ekstrem itu 2024, kita berusaha menekan hingga 0 persen," ucapnya. 

Pada kesempatan tersebut, Ma'ruf menyebutkan, di tahun 2021 ada 7 provinsi dengan 35 kabupaten dan kota yang menjadi target penyelesaian kemiskinan ekstrem. 

Adapun 7 provinsi yang dimaksud yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT Maluku, Papua, dan Papua Barat

Baca juga: Masih Jauh dari Target, Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia Baru Tercapai 25 Persen

"Ini yang paling sulit mencapai di 2021 karena memang kondisinya yang sangat berat, tapi kita berusaha sedemikian rupa," pungkas Ma'ruf. (M29)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved