Breaking News:

Berita Video

VIDEO : Detik-Detik Intel Kejaksaan Tangkap Buron Koruptor yang Bersembunyi di Kota Depok

Ade diamankan di tempat persembunyiannya Jalan Tanjakan Saung Tenda No. 98, Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Alex Suban
Dok Kejari Depok
DPO Kejaksaan Agung RI Ade Ohoiwutun saat memasuki kendaraan seusai ditangkap Tim Intel Kejaksaan Agung RI dan Tim Intel Kejari Depok untuk dibawa ke Rutan Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (22/9/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Bendahara Pengeluaran Sekretariat Kota Tual, Maluku, Ade Ohoiwutun (51) yang masuk daftar pencarian orang (DPO) atas kasus korupsi Rp 3 miliar, berhasil di tangkap Tim Intelijen Kejaksaan Agung RI dan Tim Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok, Rabu (22/9/2021).

Ade diamankan di tempat persembunyiannya Jalan Tanjakan Saung Tenda No. 98, Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok pada Rabu (22/9/2021) sekira pukul 15.20 WIB.

Simak Video Berikut :

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Depok Andi Rio Rahmat mengatakan pihaknya telah melakukan pengintaian sejak beberapa pekan terakhir.

"Untuk saat ini kita amankan di Rutan Salemba untuk selanjutnya nanti kita terbangkan ke Maluku," papar Andi Rio dalam keterangan pers yang diterima TribunnewsDepok.com, Rabu (22/9/2021).

Ade terjerat kasus korupsi bersamaan dengan Dra. Hj. M. Kabalmay yang merupakan Sekretaris DPRD Kota Tual selaku kuasa pengguna anggaran.

Baca juga: Di KPK Anies Dicecar 8 Pertanyaan Terkait Program Rumah dan Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan di Munjul

Baca juga: Diperiksa KPK Soal Dugaan Korupsi Lahan Munjul, Ketua DPRD DKI Jelaskan Mekanisme Anggaran Pengadaan

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor 834 K/Pid.Sus/2017/ tanggal 20 Februari 2018 menyatakan bahwa keduanya terbukti telah memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu koorporasi.

Akibat perbuatan keduanya menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar dalam hal ini Pemerintah Kota Tual sebesar Rp. 3.145.781.708,57 (tiga milyar seratus empat puluh lima juta tujuh ratus delapan puluh satu ribu tujuh ratus delapan rupiah lima puluh tujuh sen) atau setidak-tidaknya sekitar jumlah tersebut.

"Ade Ohoiwutun terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Korupsi Pengadaan Makan Minum DPRD Tahun Anggaran 2010," kata Andi.

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Depok Andi Rio Rahmat mengatakan pihaknya telah melakukan pengintaian sejak beberapa pekan terakhir
Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Depok Andi Rio Rahmat mengatakan pihaknya telah melakukan pengintaian sejak beberapa pekan terakhir (Dok Kejari Depok)

Ade pun dijatuhi hukuman pidana penjara selama 6 tahun dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan, serta membayar uang pengganti sebesar Rp 787 juta.

Jika uang pengganti tidak dibayar paling lama satu bulan setelah putusan maka harta bendanya disita oleh jaksa dan di lelang. Apabila tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti maka dipidana penjara selama tiga tahun.

"Ade telah menjadi DPO selama tiga tahun ini. Kami mengimbau untuk semua DPO (kasus apapun) Kejaksaan Agung RI agar segera menyerahkan diri karena tidak ada tempat bagi DPO," tegasnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved