Breaking News:

Berita Nasional

Memasuki Musim Hujan, Guru Besar IPB Ingatkan Kementan Antisipasi Gagal Panen

Peran pemerintah daerah dalam antisipasi dan mitigasi risiko curah hujan yang berlebih terhadap usaha tani di daerahnya harus ditingkatkan.

Editor: Feryanto Hadi
WARTA KOTA/MUHAMMAD AZZAM
Ilustrasi: Petani di Cibarusah, Kabupaten Bekasi terpaksa menunda masa tanam selama tiga bulan karena khawatir gagal panen. 

Kementan pun mengklaim program unggulannya tersebut memannng telah berhasil untuk meningkatkan produktivitas pertanian pada sejumlah daerah.

Dalam kesempatan ini Hermanto juga meminta agar jumlah petani yang ikut asuransi pertanian untuk terus ditingkatkan.

Peran pemerintah daerah dalam antisipasi dan mitigasi risiko curah hujan yang berlebih terhadap usaha tani di daerahnya harus ditingkatkan.

Baca juga: Kementan Pastikan Serapan KUR Pertanian Rp70 Triliun Terus Bergulir

Semua upaya yang dibuat pemerintah tersebut sebagai solusi antisipasi force majeur atau gagal panen.

"Jumlah petani yang ikut asuransi pertanian agar terus ditingkatkan. Peran pemerintah daerah dalam antisipasi dan mitigasi risiko curah hujan yang berlebih terhadap usaha tani di daerahnya harus ditingkatkan," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, petani harus mencegah hal yang bisa merugikan usahanya. Menurutnya, sektor pertanian cukup rentan terhadap sejumlah kondisi,

seperti perubahan iklim, cuaca ekstrim, bencana alam, juga serangan organisme pengganggu tanaman dan hama. Namun, agar terhindar dari kerugian, petani bisa mengasuransikan lahannya.

Baca juga: Kementan: Tugas Kami Menjaga Produksi dan Kesejahteraan Petani

Kementerian Pertanian terus berupaya untuk meningkatkan perlindungan terhadap para petani dengan menyiapkan langkah-langkah yang bisa dijalankan petani untuk menjaga lahan pertanian.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved