Breaking News:

Kasudin Pendidikan Jaksel Wilayah II Juga Sebut Belum Dapat Laporan Soal Klaster PTM

Abdul Rachem mengaku belum mendapatkan laporan adanya klaster Covid-19 yang disebabkan oleh sekolah tatap muka di wilayahnya.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/Muhamad Fajar Riyandanu
Pelaksanaan PTM di SMA 77 Jakarta Pusat pada Rabu (1/9/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan Wilayah II, Abdul Rachem mengaku belum mendapatkan laporan adanya klaster Covid-19 yang disebabkan oleh sekolah tatap muka di wilayahnya.

“Saya belum tahu. Yang dimaksud klasternya seperti apa belum ada ke saya,” ujar Rachem saat dihubungi, Kamis (23/9/2021) siang.

Ia menambahkan, jika benar adanya klaster akibat pembelajaran tatap muka di beberapa wilayahnya, maka sekolah tersebut akan ditutup sementara.

Selain itu, warga sekolah seperti peserta didik, guru, kepala sekolah, hingga tenaga kependidikan akan dites swab antigen.

“Itu kan sudah ada aturannya, kalau memang ada itu akan dicari, artinya nanti akan ditelusuri dia berhubungan dengan siapa, kalau masalah manusianya. Semuanya itu gurunya, nanti akan dengan prokes,” kata Rachem.

“Artinya diantigen lagi, swab apakah dia positif atau nggak. Sekolah akan didesinfetkan, disemprot selama tiga hari, ditutup sementara, kalau memang nanti benar positif nanti kita lihat dicari itu berhubungan dengan siapa,” lanjutnya.

Rachem menyebut pihaknya tetap melakukan monitoring guna memastikan sekolah yang telah memulai belajar tatap muka mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) protokol kesehatan sejak awal.

Selain itu, Abd Rachem juga memastikan alat penunjang protokol kesehatan tetap digunakan, seperti penggunaan alat pengukur suhu tubuh dan tempat pencuci tangan 

“Kalau anak selama ini ada beberapa yang sakit tidak boleh (masuk), memang ada yang tidak hadir karena sakit, dia nggak masuk,” lanjut Abd Rachem.

Diketahui, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemendikbudristek) merilis data survei terkait munculnya 25 klaster Covid-19 di DKI Jakarta yang berasal dari kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved