Breaking News:

Berita Nasional

Jokowi Turun Tangan Tangani Keluhan Suroto, Dewan Jagung: Urusan Jagung Nggak Perlu Sampai Presiden

Menteri Lutfi sebaiknya harus mencari jalan keluar dan juga menenangkan para peternak agar tidak khawatir dengan ketersediaan pakan. 

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Feryanto Hadi
Biro Pers Setpres
Presiden Joko Widodo bertemu peternak ayam petelur asal Kediri, Suroto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, PENJARINGAN--Aksi nekat peternak asal Blitar, Suroto yang telah membentangkan spanduk berisi keluhan harga jagung yang merangkak naik, telah mendapatkan respon dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Hanya saja Sekretaris Jenderal Dewan Jagung Nasional, Maxdeyul Sola justru melihat persoalan harga jagung sebagai bahan utama pakan ternak ayam tidak perlu sampai ke Jokowi. 

"Ini pelajaran agar ke depan semua persoalan jagung tidak perlu Presiden langsung yang turun tangan. Cukup sampai Kepala Dinas saja sudah selesai," katanya, melalui keterangan tertulis, Rabu (22/9/2021).

Baca juga: Harga Jagung Pakan Ternak Meroket, Menteri Lutfi Pertanyakan Klaim Kementan soal Stok 2,3 Juta Ton

Apalagi masalah harga jagung yang naik hanya ada di Kabupaten Blitar saja atau lebih tepat di Koperasi Putra Blitar, tempat Suroto bernaung.

Menurut Sola, Koperasi Putra Blitar harus ada melakukan evaluasi bagaimana permasalahan harga jagung sampai harus ditangani langsung oleh orang nomor satu di Indonesia. 

"Saya lihat di Sumatera aman, di Bali juga aman. Artinya jagung ada dimana-mana dan tidak ada kekurangan. Hanya saja Koperasi Putra di Blitar yang bermasalah, dimana mereka baru membayar 10 ton kiriman jagung dari total 100 ton," katanya. 

Selain itu Sobi juga menyayangkan pernyataan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi yang mengatakan stok jagung nasional saat ini dalam kondisi tidak tersedia. 

Menurut Sola, pernyataan tersebut sangat politis dan tidak pantas diucapkan di ruang publik.

"Apalagi kondisinya sangat berbeda dengan pernyataan yang diucapkan, dimana stok jagung saat ini dalam kondisi tersedia," ujar Sola. 

Baca juga: 500 Sertifikat Tanah Dibagikan Jokowi ke Warga Kabupaten Bogor, Ade Yasin: Mudah-mudahan Bermanfaat

Sola menambahkan, justru Lutfi sebaiknya harus mencari jalan keluar dan juga menenangkan para peternak agar tidak khawatir dengan ketersediaan pakan. 

“Menurut saya optimalkan dulu produksi yang melimpah di dalam negeri. Serap jagung petani. Tidak buru-buru mengambil keputusan impor,” ungkap Sola. 

Lebih dari itu Lutfi harus memastikan bahwa Indonesia tidak akan mengeluarkan kebijakan impor dengan dalih pemenuhan kebutuhan.

Baca juga: Kerap Impor Komoditi Pangan, PPNSI Kritisi Kebijakan Pemerintahan Jokowi

"Apalagi di luar negeri harga jagung juga sedang mahal. Kita ini kan mau menggerakkan ekonomi nasional, bukan menggerakkan ekonomi negara lain," katanya. (jhs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved