Breaking News:

Berita Nasional

DIHAJAR hingga Lebam di Rutan Bareskrim, Wakil Ketua LPSK: Sel Muhammad Kece Harus Dipisah

Edwin Partogi Pasaribu mengatakan, Bareskrim Polri harus memisahkan sel tersangka penistaan agama Muhammad Kace dari tahanan lain demi keamanan.

Warta Kota
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengatakan, Bareskrim Polri harus memisahkan sel tersangka penistaan agama Muhammad Kace  dari tahanan lain demi keamanan yang bersangkutan, Kamis (23/9/2021). Foto dok: Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu saat ditemui di Kantor LPSK, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (14/10). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Muhammad Kece alias Muhammad Kosman, youtuber yang terjerat kasus penistaan agama, wajahnya lebam dihajar tahanan lain saat mendekam di sel tahanan Bareskrim Polri.

Akibat penganiayaan itu, melalui kuasa hukumnya, M Kece telah melaporkan Irjen Napoleon Bonaparte ke pihak berwajib, hingga akhirnya berujung diisolasinya Napoleon Bonaparte dari tahanan lain.

Menanggapi kasus penganiayaan tersebut, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi Pasaribu mengatakan, Bareskrim Polri harus memisahkan sel tersangka penistaan agama Muhammad Kace  dari tahanan lain demi keamanan yang bersangkutan.

"Di satu sisi, kita tahu M Kece menjadi tersangka penistaan agama. Pada kasus penganiayaan, dia korban. Dengan dipisah dari tahanan lain, keselamatannya bisa lebih terjaga," kata Edwin dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (23/9/2021).

Sebelumnya, Kece mengalami penganiayaan di Rutan Bareskrim Polri.

Edwin berpandangan bahwa pemisahan sel Kece dari tahanan lain dapat mencegah terulangnya aksi penganiayaan terhadap tersangka penistaan agama tersebut.

Baca juga: Polisi Belum Tetapkan Tersangka Walaupun Irjen Bonaparte Akui Dalang Penganiayaan Muhammad Kece

Baca juga: Muhammad Kece Dianiaya, PBHM: Karena Napoleon Dibiarkan Miliki HP di Dalam Rutan Bareskrim

Jaminan keselamatan terhadap semua tahanan, lanjut Edwin, menjadi tanggung jawab pengelola rutan, termasuk terhadap Kece.

Dengan jaminan keselamatan itu, Kece alias Muhammad Kosman dapat mengikuti proses hukum yang menjeratnya pada kasus penistaan agama.

"Kece harus mempertanggungjawabkan perbuatannya melalui proses persidangan," kata Edwin menegaskan.

Ia menyayangkan tindakan-tindakan di luar proses hukum terhadap Kace atas perbuatannya yang diduga melakukan penistaan agama.

Baca juga: Pakar Psifor Duga Muhammad Kece Dramatisasi Penganiayaan Dirinya atau Partial Malingering

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved