Ilmu Pengetahuan
FAKTA BARU, Terungkap Manusia Tak Bernapas Lewat Dua Lubang Hidung
Fakta terbaru menunjukkan, kebanyakan dari Anda ternyata bernapas dari satu lubang hidung pada satu waktu bukannya dua lubang sekaligus.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Selama ini manusia menyadari bahwa mereka bernafas melalui dua lubang hidungnya.
Artinya, dua lubang hidung itu mempunyai fungsi yang sama untuk bernafas, sampai kemudian terbukti bahwa tidak selalu manusia bernafas melalui dua lubang hidung.
Fakta terbaru menunjukkan, kebanyakan dari Anda ternyata bernapas dari satu lubang hidung pada satu waktu bukannya dua lubang sekaligus.
Ingin bukti? Coba dekati cermin lalu bernapaslah melalui hidung. Cermin akan berembun dan ada dua tanda uap air menggenang di permukannya.
Tapi satu tanda akan lebih besar dari yang lain.
Berdasarkan analisa dokter yang fokus menangani masalah kepala dan leher di Cleveland Clinic, Michael Benninger seperti dikutip dari Live Science, Rabu (22/9/2021) mengatakan, pada waktu tertentu, Anda melakukan sekitar 75 persen pernapasan dari satu lubang hidung.
Lubang hidung dominan ini berganti sepanjang hari atau disebut siklus hidung.
Selama siklus hidung, satu lubang hidung menjadi tersumbat menyebabkan lebih sedikit untuk aliran udara. Sementara lubang satunya normal.
Rata-rata, pola ini berubah setiap 2 jam, menurut sebuah studi dalam jurnal PLOS One pada tahun 2016.
Benninger menuturkan, kebanyakan orang tidak menyadari siklus hidung. Namun, kondisi ini mungkin menjadi lebih terlihat saat tidur.
Jika Anda berbaring miring ke kanan, misalnya, gravitasi akan menyebabkan lubang hidung kanan menjadi lebih sesak. Tidak ada efek yang berarti saat itu.
Tetapi bila siklus hidung menyebabkan lubang hidung sebelah kiri lebih sesak dan lubang hidung sebelah kanan tersumbat karena posisi tidur miring, maka pernapasan mungkin menjadi sulit dan Anda mungkin terbangun.
Di sisi lain, rasa pengap saat Anda pilek bukan karena siklus hidung.
Secara umum, kedua lubang hidung tersumbat saat Anda sakit, menyebabkan Anda kesulitan bernapas melalui hidung di mana pun Anda berada dalam siklus, demikian kata Benninger.
Penelitian Terbaru: Makin Besar Hidung Menunjukan Ukuran Alat Vital Pria Lebih Panjang
Sementara itu, para peneliti mengukur ukuran organ reproduksi pria dari 126 mayat. Mereka menemukan hubungan antara ukuran hidung dan 'panjang penis yang membentang'.
Untuk mendukung teori 'hidung besar, selang besar', sebuah penelitian ilmiah menemukan bahwa pria dengan hidung besar memang memiliki penis yang lebih panjang, dikutip Wartakotalive.com dari dailymail.co.uk, Rabu (5/5/2021)
Penelitian menemukan pria dengan hidung terbesar memiliki 'panjang penis teregang' setidaknya 5,3 inci (13,42 cm).
Namun, mereka dengan sniffer yang kurang menonjol memiliki alat vital yang hanya berukuran 4,1 inci (10,37 cm) saat ereksi penuh.
Baca juga: Mau Minta Cerai Malah Bikin Gosip Penis Suami Kecil, Karuan Saja Suami Marah dan Polisikan Istri
"Fakta bahwa ukuran hidung terkait dengan panjang penis menunjukkan bahwa panjang penis mungkin tidak ditentukan oleh usia, tinggi atau berat badan, tetapi telah ditentukan sebelum lahir, '' kata para peneliti.
Peneliti Jepang mempelajari mayat 126 pria paruh baya dalam tiga hari setelah kematian mereka.
Sejumlah pengukuran mendokumentasikan tinggi badan, berat badan, panjang penis lembek, lingkar penis, berat testis kanan dan kiri, dan berat prostat.
Baca juga: Suami Pergoki Istri Selingkuh, Digerebek Saat Sedang Pegang Alat Vital Pria Lain
Seorang ilmuwan juga ditugaskan untuk meletakkan setiap mayat ke bawah dan menarik penis ke atas secara vertikal sejauh mungkin untuk mengukur panjang penis yang teregang.
Ini, kata para peneliti, adalah cara akurat untuk mereplikasi panjang penis saat ereksi.
Ukuran hidung juga didokumentasikan dengan mengukur jarak dari antara mata seseorang ke tempat lubang hidung mulai di dekat ujung organ penciuman.
Analisis statistik mengungkapkan panjang hidung berkorelasi dengan ukuran anggota tubuh yang membesar.
Baca juga: Kasus Pernikahan Dini Masih Tinggi, Ini Cara Vape East Movement dan Sensitif VIVO Beri Edukasi Seks
Mereka menemukan pria dengan hidung lebih kecil dari 1,8 inci memiliki ukuran penis hingga 4,1 inci.
Namun, bagi orang dengan hidung 22 persen lebih besar dan ukuran panjang 2,2 inci, penis mereka lebih besar, berukuran panjang 5,3 inci.
Untuk orang dengan hidung yang berada di tengah kisaran ini, ukuran penis rata-rata adalah 4,5 inci. Di Jepang, ukuran penis rata-rata adalah 4,5 inci, menurut penelitian sebelumnya.
Studi baru juga menemukan, tidak mengherankan, hubungan kuat antara panjang penis yang lembek dan panjang ereksi.
Namun, tidak ada hubungan antara ukuran hidung pria dan panjang penis saat lunak.
Para peneliti meletakkan ini pada variabilitas dalam seberapa efisien penis dalam pembengkakan, dengan beberapa orang menjadi 'penumbuh' dan yang lain mencatat 'mandi'.
Dalam studi yang diterbitkan dalam Basic and Clinical Andrology, para ilmuwan dari Kyoto Prefectural University of Medicine tidak melihat mengapa hidung dan panjang penis saling terkait.
Sebaliknya, studi observasi mereka hanya menemukan hubungan antara dimensi bagian tubuh.
Studi ini adalah yang pertama menunjukkan hubungan antara panjang penis dan ukuran hidung, tetapi terbatas pada bangkai pria Jepang, dan alasan mengapa panjang penis dan ukuran hidung terkait masih belum jelas, '' tulis para peneliti.
'Oleh karena itu, kami menganggapnya sebagai subjek yang menarik untuk dikejar mulai sekarang.'
Namun, penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa tingkat keterpaparan bayi yang belum lahir terhadap androgen saat berada di dalam rahim ibu mereka dapat memengaruhi panjang penis.
Mereka juga mengatakan bahwa androgen - sekelompok hormon yang termasuk testosteron - sebelumnya telah dikaitkan dengan rasio 2D: 4D.
Ini menyatakan bahwa paparan androgen dapat mengubah panjang jari telunjuk dan jari manis seseorang dan oleh karena itu menentukan perbandingan ukuran kedua digit tersebut.
Studi sebelumnya telah menunjukkan rasio 2D: 4D dan hubungan androgen berspekulasi dapat digunakan untuk memprediksi pilihan makanan dan bahkan seksualitas seseorang.
Ukuran penis pria Indonesia
Pernah mencari tentang ‘ukuran penis orang indonesia’ di mesin pencari dunia maya? Tenang, Anda tidak sendiri.
Kata kunci tersebut sangat populer untuk diketahui para pria di Indonesia.
Sepanjang sejarahnya, ukuran penis kerap kali menjadi simbol kejantanan bagi laki-laki.
Maka tak mengherankan jika kekhawatiran mengenai ukuran penis bukanlah hal yang sepele.
Sekumpulan peneliti pun sempat melakukan riset mengenai hal ini.
Bagaimana hasilnya?
Ukuran penis Indonesia dan rata-rata ukuran penis di dunia
Sebuah website penghimpun data, TargetMap, merilis peta ukuran penis di seluruh dunia.
Panjang penis diukur dalam keadaan saat ereksi, yang diambil rentang rata-ratanya dan dibagi dalam kategori berikut.
- Ukuran penis terbesar dengan rentang 16,1-17,9 cm Mengisi kategori ini adalah negara-negara di Benua Afrika dan Amerika, seperti Ghana, Gabon, Nigeria, dan Haiti.
- Ukuran penis terbesar kedua dengan rentang 14,7-16,1 cm Australia, Italia, Norwegia, Meksiko, dan Afrika Selatan menjadi negara dengan ukuran penis rata-rata terbesar kedua setelah negara-negara di atas.
- Ukuran penis sedang dengan rentang 12,9-14,7 cm Penis dengan ukuran sedang diisi oleh Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Inggris, dan Spanyol.
- Ukuran penis mendekati terkecil dengan rentang 10,5-12,9 cm
Masih belum menemukan Indonesia?
Ukuran penis Indonesia termasuk ke dalam kategori ini.
Ditemani Rusia, Jepang, Brasil, dan Yunani yang juga masuk di kelas 10,5-12,9 cm.
- Ukuran penis terkecil dengan rentang 9,30-10,5 cm India, Sri Lanka, Thailand, Malaysia, dan Korea Selatan menduduki posisi ini dengan ukuran penis terkecil.
Situs lain bernama Worlddata juga mengumpulkan hasil penelitian tentang ukuran penis.
Mereka mengungkapkan bahwa dari 88 negara yang dijadikan sampel, ukuran penis orang Indonesia menduduki peringkat ke-78 dengan rata-rata panjang penis mencapai 11,67 cm.
Berapa standar ukuran penis yang normal?
Dari data di atas, mungkin Anda bertanya-tanya bagaimana data tentang ukuran penis tersebut diambil, mengingat penis adalah bagian paling intim dari pria dan membicarakan ukuran adalah hal yang sensitif.
Faktanya, beberapa penelitian terdahulu mengambil data dengan hanya menanyakan responden tentang berapa ukuran penis mereka.
Barulah di 2014 lalu, peneliti asal Inggris David Vealle melakukan penelitian tentang ukuran penis pada 15.521 laki-laki.
Vealle bersama para ahli urologi menggunakan metode pengukuran penis yang disebut Bone Pressed Erect Length (BPEL) dan Bone Pressed Flaccid Length (BPFL).
Metode ini kini menjadi standar dalam pengukuran penis yang akurat. Meski diadakan di Inggris, responden penelitian ini terdiri dari berbagai usia dan ras.
Hasil penelitiannya melaporkan bahwa rata-rata panjang penis dari seluruh responden adalah 13 cm dan ketebalannya 11,6 cm.
Ukuran ini disimpulkan menjadi ukuran penis normal. Jika melihat angka tersebut, ukuran penis orang Indonesia termasuk normal, bukan?
Cara mengukur penis
Berikut adalah langkah pengukuran penis dengan metode BPEL yang digunakan penelitian Vealle.
1. Panjang penis Pertama, tempatkan penggaris atau pita pengukur di pangkal penis yang ereksi sampai menempel ke tubuh.
Tekan ujung penis ke arah ke tulang kemaluan (dibawah pusar) sejauh yang Anda bisa untuk menghindari perhitungan yang salah jika penis tertutupi lemak perut.
Mulailah mengukur dari pangkal ke ujung penis Anda.
2. Ketebalan penis
Pada langkah ini, gunakan pita pengukur. Jika tidak punya pita pengukur, Anda dapat mengukurnya dengan benang.
Pastikan benang yang digunakan tidak elastis karena dapat terjadi kesalahan pada pengukuran.
Setelah itu, lilitkan secara perlahan pita pengukur atau benang pada bagian batang penis yang ereksi. Carilah bagian yang paling tebal.
Jika menggunakan pita pengukur, Anda dapat langsung membaca ukuran tebal penis.
Namun jika Anda mnggunakan benang, Anda dapat menandai benang yang bertemu dengan ujung benang tersebut.
Luruskan benang, lalu ukurlah menggunakan penggaris dari ujung sampai ke bagian yang telah Anda tandai.
3. Diameter penis
Untuk mengetahui diameternya, pertama Anda harus mengukur ketebalan penis menggunakan metode yang telah dijelaskan di atas.
Setelah itu, hasilnya dibagi dengan nilai konstanta 3,14 (tidak boleh diubah), dengan begitu Anda akan mendapatkan ukuran diameter penis Anda.
Faktor yang memengaruhi ukuran penis Ukuran penis umumnya berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Apa sebenernya yang menyebabkannya berbeda?
Tentunya bukan dari makanan, besar jari kaki, atau tinggi badan. Itu hanyalah mitos yang kerap beredar.
Kenyataannya, ukuran penis sama halnya dengan warna mata dan kulit, yang merupakan produk genetik diturunkan dari orangtua.
Selama masa pubertas, testis mulai bertumbuh diikuti oleh penis.
Penis akan mencapai ukuran akhir sekitar 4-6 tahun setelah testis membesar untuk pertama kali.
Ahli urologi asal Florida dr Brhmbhatt mengungkapkan bahwa kromosom yang diberikan ibu pada anak prianya bertanggung jawab lebih besar dalam mengatur panjang dan ukuran penis.
Oleh karena itu, perilaku ibu yang biasa mengonsumsi alkohol dan obat-obatan pada saat mengandung dapat memengaruhi ukuran penis anaknya kelak.
Selain pengaruh genetik, hormon juga ternyata memilki peran dalam menentukan ukuran penis.
Ketika tubuh balita laki-laki tidak cukup memproduksi hormon testosteron, hal tersebut dapat mengakibatkan kondisi mikropenis, di mana ukuran penis jauh di bawah normal.
Jika terdeteksi sejak dini, terapi hormon sebelum memasuki masa pubertas dapat dijadikan solusi untuk menghindari kelainan ini. (Antaranews/Kompas.com)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Berapa Ukuran Penis yang Normal?"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/hidung-229.jpg)