Berita Kabupaten Bogor

500 Sertifikat Tanah Dibagikan Jokowi ke Warga Kabupaten Bogor, Ade Yasin: Mudah-mudahan Bermanfaat

Jokowi Serahkan 500 Sertifikat Tanah kepada Warga Kabupaten Bogor, Ade Yasin Berharap Sertifikat Bermanfaat Bagi Masyarakat

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Bupati Bogor Ade Yasin menyerahkan sertifikat tanah dari Kementerian ATR/BPN kepada warga Pamijahan dan Jasinga di Pendopo Bupati, Cibinong, Kabupaten Bogor pada Rabu (22/9/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG - Kabar baik bagi warga di wilayah Kecamatan Jasinga dan Pamijahan di Kabupaten Bogor.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan 500 bidang sertifikat tanah redistribusi dengan total tanah seluas 42,72 hektar.

Serah terima tersebut dilakukan secara virtual Jokowi yang diwakilkan Bupati Bogor Ade Yasin di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor pada Rabu (22/9/2021).

Ade menyatakan sertifikat tanah tersebut dapat memberikan kepastian hukum terkait surat tanah bagi masyarakat Kabupaten Bogor, khususnya masyarakat Kecamatan Jasinga dan Pamijahan.

“Hari ini penyerahan sertifikat tanah redistribusi dari Gugus Tugas Reforma Agraria, total yang diserahkan ada 500 bidang tanah untuk warga Jasinga dan Pamijahan," ujarnya.

"Mudah-mudahan bermanfaat untuk mereka dan ada kepastian hukum terkait surat-surat tanah mereka,” harap Ade Yasin.

Presiden Joko Widodo menerangkan, banyak konflik agraria yang berlangsung lama bahkan sangat lama, ada yang puluhan tahun bahkan sampai 40 tahun, akan  tetapi masalahnya tidak  pernah selesai.

"Saya paham betul konflik agraria dan sengketa tanah merupakan tantangan berat yang dihadapi para petani, nelayan, serta masyarakat dalam menggarap lahan," ujarnya.

Baca juga: Walau Sudah Berdamai, Dinar Candy Masih Tersangka, Terancam 10 Tahun Penjara & Denda Rp 5 Miliar

Baca juga: Para Korban Pertanyakan Polri yang Tak Kunjung Hentikan Penyelidikan, Walau Kasus Berakhir Damai

Presiden Jokowi mengaku setiap tahun menerima kelompok tani yang rela jauh datang ke Jakarta.

Bahkan ada yang jalan kaki ke Jakarta hanya untuk memperjuangkan lahan mereka yang terdampak oleh konflik agraria.

“Hari ini bertepatan dengan Hari Agraria dan Tata Ruang tahun 2021, saya menyerahkan 124.120 sertifikat tanah hasil redistribusi di 26 Provinsi dan 127 Kabupaten/Kota," tegasnya.

Dia menambahkan sebanyak 5.512 diantaranya merupakan hasil penyelesaian konflik agraria di 7 Provinsi dan 8 Kabupaten/Kota yang menjadi prioritas di tahun 2021.

"Penyerahan sertifikat hari ini sangat istimewa karena sertifikat ini betul-betul tambahan tanah baru untuk rakyat, tanah fresh yang berasal dari tanah negara hasil penyelesaian konflik,” terang Presiden Jokowi.

Baca juga: Sentul City VS Rocky Gerung, Ternyata Lebih Banyak Pemegang Surat Garap yang Akui Hak SENTUL CITY

Baca juga: Holywings Kemang Ditutup Sampai Pandemi Usai, Nikita Mirzani Sesumbar : Itu Cuma Uang Selingan Doang

Dia menjelaskan, tanah terlantar dan pelepasan kawasan hutan ini merupakan hasil perjuangan bersama dengan melibatkan kelompok organisasi dan tentu saja dari pemerintah.

Presiden menegaskan kembali komitmen negara untuk betul-betul mengurai konflik agraria yang ada dalam mewujudkan reformasi agraria bagi masyarakat untuk memastikan ketersediaan ruang publik yang ada bagi masyarakat.

"Saya tegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh dalam memberantas mafia-mafia tanah," ungkap mantan Walikota Solo ini.

Pada jajaran Polri, Presiden Jokowi meminta membantu mengusut mafia tanah yang ada, jangan sampai ada aparat penegak hukum yang membackingi mafia tanah tersebut.

"Perjuangkan hak masyarakat dan tegakkan hukum secara tegas," pintanya.

Baca juga: Update Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Polisi Periksa 6 Saksi, Termasuk Napi yang Jadi Saksi Kunci

Baca juga: Akibat Angin Puting Beliung, Pohon Tumbang Menutupi Jalan di Perumahan Villa Pertiwi Depok

BACA SELENGKAPNYA di TRIBUNNEWSDEPOK.COM >>>>>

Sumber: Tribun depok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved