Breaking News:

Berita Jakarta

Tinja jadi Faktor Terbesar Pencemaran Air Sungai di Jakarta, Warga Diingatkan Bahaya Bakteri E-Coli

Bakteri E-Coli merupakan mikroorganisme normal yang terdapat dalam kotoran manusia, baik sehat maupun sakit.

Muhamad Fajar Riyandanu
Petugas DLH saat mengambil sampel air di titik sungai Ciliwung di Jembatan Halimun, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (21/9/2021), siang. 

WARTAKOTALIVE.COM, MENTENG - Tinja masih menjadi sokongan terbesar dalam pencemaran air sungai di wilayah DKI Jakarta.

Kotoran hewan atau manusia mengadung Bakteri Escherichia Coli atau E-Coli.

Oleh karena itu, dikenal juga dengan istilah koli tinja.

Hal ini dikatakan oleh Mustika, Staf Pemantauan Kualitas Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta saat melakukan pemantauan kualitas lingkungan air Sungai Ciliwung. 

Baca juga: Air Keruh dan Bau Muncul Tiba-tiba, Ratusan Warga di Pademangan Barat Kini Kesulitan Air Bersih

"Yang dominan adalah dari sumber domestik. Pastinya ya seperti bakteri koli tinja sih yang memprihatinkan dari kualitas air sungai di DKI saat ini," kata Mustika saat ditemui di Jalan Jembatan Hamilun, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (21/9/2021), siang. 

Bakteri E-Coli merupakan mikroorganisme normal yang terdapat dalam kotoran manusia, baik sehat maupun sakit.

Dalam satu gram kotoran manusia terdapat sekitar seratus juta bakteri E-Coli.

Baca juga: 120 Titik Sungai di DKI Jakarta Masuk Kategori Tercemar Ringan sampai Berat

Pernyataan Mustika selaras dengan laporan Pemantauan Kualitas Lingkungan Air Sungai Provinsi DKI Jakarta Tahun 2020.

Laporan yang dirilis oleh DLH DKI Jakarta itu mengungkap, parameter pencemar utama yang mencemari lokasi sungai prioritas adalah bakteri koli tinja, bakteri koli, BOD, MBAS, dan COD.

Hasil ini mengindikasikan dominasi cemaran berasal dari limbah domestik.

Adapun sungai prioritas yang dimaksud yakni Daerah Aliran Sungai (DAS) Angke-Pesanggrahan, Cakung, Ciliwung, Sentiong, dan Sunter. 

Baca juga: Bungah KPK Periksa Anies, Denny Siregar: Kalau Masih Ada Novel Baswedan Anies Nggak Akan Dipanggil

"Selain tinja, unsur logam berat termasuk dalam parameter yang kami amati juga. Tapi untuk mikroplastik tidak yah. Karena kami hanya mengamati secara fisik seperti jumlah sampah. Namun secara komposisi sampahnya tidak termasuk," sambung Mustika. 

Usai mengambil sampel air Sungai Ciliwung di Jalan Jembatan Halimun, Menteng, Mustika dan jajarannya akan kembali mengambil sampel air di aliran Sungai Ciliwung di kawasan Tanah Abang.

"Sampel air ini akan kami analisasa di laboratorium," pungkas Mustika. (M29).

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved