Breaking News:

Berita Depok

Tak Hanya Kesan Angker, Jembatan Panus Bakal Jadi Spot Instagramable Lewat Beragam Ornamen & Lampu

Tak Hanya Kesan Angker, Jembatan Panus Bakal Disulap Jadi Spot Instagramable Lewat Beragam Ornamen & Lampu. Berikut Selengkapnya

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Suasana Jembatan Panus yang berlokasi di Jalan Tole Iskandar, Depok. Jembatan Panus merupakan salah satu obyek cagar budaya di Depok yang dibangun sejak kolonial Belanda pada tahun 1917 tahun silam. Jembatan ini akan dipasangi lampu penerangan dan spot foto untuk mengurangi kesan angker pada jembatan tersebut. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Hilangkan kesan angker sekaligus jadi spot instagramable, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bakal menghias Jembatan Panus dalam waktu dekat.

Kabar baik itu disampaikan oleh Sementara itu Tatik wijayati Kabid Kebudayaan dan Pengembangan Kepariwisataan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok.

Dirinya mengatakan, Jembatan Panus merupakan salah satu bangunan cagar budaya di Kota Depok yang telah dikaji oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).

"Setelah dikaji oleh TACB dan sesuai dengan kriteria, maka TACB merekomendasikan Jembatan Panus sebagai obyek cagar budaya yang kemudian ditetapkan sebagai obyek cagar budaya yang ditetapkan melalui SK Walikota Depok," ujar Tatik saat dikonfirmasi Wartakotalive.com pada Selasa (21/9/2021).

Lebih lanjut Tatik mengatakan, setelah Jembatan Panus ditetapkan sebagai obyek cagar budaya, pihaknya melakukan langkah pelestarian, pemanfaatan dan pembinaan.

"Untuk pelestarian Jembatan Panus, kami lakukan pemeliharaan seperti beberapa waktu lalu kami cat jembatannya," ucapnya.

Untuk tahun ini, lanjut Tatik, Disporyata melakukan pemeliharaan Jembatan Panus dengan memasang sejumlah lampu jalan.

Baca juga: Vaksinasi Presisi Disambut Antusias, Polsek Cileungsi Sukses Vaksin 4.170 Orang Warga di Enam Lokasi

Baca juga: Jawab Harapan Mamah Hani, Sandiaga Uno Sebut Kearifan Lokal Mampu Bangkitkan Ekonomi di Tanah Papua

"Soalnya banyak masyarakat yang udah komplain kok gelap, akhirnya kita ajukan pemeliharaannya berupa penerangan jalan," jelasnya.

Hanya saja, saat ini Disporyata Kota Depok masih menunggu izin dari pihak Dinas Perhubungan agar lampu-kampu penerangan yang sudah dipasang segera dialiri listrik.

"Kami lagi izin ke Dishub supaya cepat dialiri listrik, jadi masih tahap perizinan, kalau lampunya sudah dipasang," sebut Tatik.

Selain pemeliharaan, Jembatan Panus juga dimanfaatkan sebagai obyek wisata budaya.

Baca juga: Penumpang Singapore Airlines (SIA) dari Indonesia Akan Diizinkan Transit di Bandara Changi Singapura

Baca juga: Ajak Calon Suami Jadi YouTuber Saat Berumah Tangga Nanti, Ini Alasan Ria Ricis

"Kami pernah ajak piknik guru-guru dan murid ke sejumlah obyek wisata budaya di Depok, salah satunya ke Jembatan Panus," sebut Tatik.

Tatik kembali menyebutkan, pihak Disporyata juga berencana memasang spot-spot foto di Jembatan Panus.

"Tapi kami belum menemukan posisi yang bagus untuk membuat spot foto disana. Lalu pemasangan lampu-lampu juga sedang kami konsultasikan ke TACB. Jadi kalau mau rehab harus dapat rekomendasi dari TACB," ujarnya.

Sejarah Jembatan Panus

Bagi warga Depok mungkin tidak asing lagi dengan Jembatan Panus.

Jembatan yang berlokasi di Jalan Tole Iskandar ini masih kokoh berdiri di atas Sungai Ciliwung yang mengalir melintasi Kota Depok.

Jembatan Panus Depok ini sudah dibangun sejak jaman penjajahan Belanda, yaitu pada tahun 1917 tahun silam.

Jembatan Panus Depok dirancang oleh seorang arsitek bernama Andre Laurens yang merupakan salah satu dari 12 marga para bekas budak Cornelis Chastelein.

Meski dibangun oleh Andre Laurens, namun jembatan ini justru dinamakan Jembatan Panus.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved