Breaking News:

Kesulitan Air Bersih, Warga Terpaksa Mandi di Toilet Umum hingga Pakai Air Isi Ulang Kemasan Galon

Ketua RT 08/12 Pademangan Barat Abdul Safei mengatakan kondisi air yang keruh dan mengeluarkan bau tidak sedap itu terjadi sejak tiga hari lalu.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Agus Himawan
wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
Seorang warga Jalan Budi Mulia RW 012 Pademangan Barat, Pademangan, Jakarta Utara terpaksa menggunakan air isi ulang kemasan untuk kebutuhan sehari-hari. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Warga Jalan Budi Mulia RT 14 dan RT 08 di RW 12 Pademangan Barat, Pademangan, Jakarta Utara mengeluhkan kondisi air yang tidak layak pakai.

Menurut salah seorang warga, Mul (46),  air di lingkungannya keruh dan mengeluarkan bau tidak sedap.  Kondisi itu terjadi sejak Senin (21/9/2021) pagi.  “Iya bau, baunya kayak air got,” ujar Mul, Selasa (21/9/2021). 

Namun anehnya, lanjut Mul, air toilet umum yang berada di sekitar tempatnya tinggal tidak keruh dan berbau. 

"Tapi (air) di MCK (toilet umum) pada bagus, lain jalur kali ya. Saya jadinya mandi di MCK," ungkap ibu dua anak itu. 

Alhasil Mul terpaksa pergi ke toilet umum untuk bisa mandi dengan air bersih. Namun, Mul harus mengeluarkan kocek Rp 2.000 setiap kali mandi.

Baca juga: Pemkab Bekasi Bagikan Air Bersih untuk Warga Pinggiran Kali Cilemahabang

Sementara warga lainnya, Mediana (35) juga harus merasakan nasib yang tidak jauh berbeda dengan Mul. Air yang keluar di rumahnya tidak layak untuk digunakan apalagi dikonsumsi.  “Saya sih kotor nggak, cuma bau doang,” ujar Mediana. 

Mediana memilih menumpang mandi di rumah kerabatnya. Ia pun berharap agar kondisi semacam ini dapat segera diatasi meski tidak mengetahui apa penyebabnya. 

"Ini saya telepon saudara numpang mandi di sana. Kalau penyebab kurang tahu juga, yang penting bisa cepet bener lagi lah," kata Mediana.

Sementara, Ketua RT 08/12 Pademangan Barat Abdul Safei mengatakan kondisi air yang keruh dan mengeluarkan bau tidak sedap itu sudah terjadi sejak tiga hari yang lalu.

Baca juga: Tinja jadi Faktor Terbesar Pencemaran Air Sungai di Jakarta, Warga Diingatkan Bahaya Bakteri E-Coli

“Sebelumnya normal-normal aja airnya. Awalnya tuh pasokan air mati, tapi sebagian jalan juga. Lalu, tiba-tiba keluar air keruh,” katanya, Selasa (21/9/2021). 

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved