Breaking News:

Hak Jawab

Mila dan Lucky Keberatan Pemberitaan Wartakotalive.com: Kami Dilengkapi Surat Tugas dan ID Pers

Menurut keduanya, sekurangnya ada tiga hal mendasar yang menjadi pelanggaran berita yang dibuat oleh wartawan Miftahul Munir.

Editor: Lucky Oktaviano
Istimewa
Ilustrasi Dewan Pers 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Dua orang jurnalis, Mila Karmila dari lampumerah.id dan Lucky Suryani Zaenal dari Truznews.com, menyampaikan keberatan secara tertulis atas berita yang ditulis reporter Wartakotalive.com, Miftahul Munir, pada Sabtu, 24 Juli 2021.

Berita berjudul “Mengaku Wartawan Segerombolan Orang Ambil Sembako Untuk Peserta Vaksin di Kampus Ibn Chaldun" diberitakan telah menuai apresiasi penolakan keras dari sejumlah jurnalis yang merasa terdiskreditkan oleh berita dan foto tersebut.

Merasa dirugikan akibat pemberitaan tersebut karena tidak sesuai fakta kebenaran, Mila Karmila dan Lucky Suryani mengirim surat pengaduan resmi kepada wartakota.tribunnews.com melalui Dewan Pers tertanggal 18 Agustus 2021.

Menurut keduanya, sekurangnya ada tiga hal mendasar yang menjadi pelanggaran berita Miftahul Munir yang diberitakan wartakota.tribunnews.com dan menjadi alasan pengaduan.

Pertama, mengapa penulis (Miftahul Munir) menyebut Mila Karmila dan Lucky Suryani dalam bentuk foto jelas dan caption dengan sebutan ‘segerombolan mengaku wartawan’.

“Padahal kami punya nama dan satus dari institusi jelas. Setiap liputan kami juga selalu membawa surat tugas dan mengenakan ID Pers. Sehingga, berita wartakota.tribunnews.com yang ditulis saudara Munir sangat subyektif,’’ ungkap Mila.

Kedua, dari judul yang diunggah wartakota.tribunnews.com menurut Mila dan Lucky membangun diksi dan framing, bahwa kami mengambil sembako milik peserta vaksin.

“Jelas ini fitnah. Tidak berdasar dan mendeskreditkan nama baik kami. Karena kami tidak mengambil milik orang lain, tapi kami memang diberi saat hendak balik pulang seusai wawancara,’’ tegas Lucky.

Ketiga, munculnya framing negatif akibat penulis tidak melakukan konfirmasi. Sehingga berita wartakotalive.com dipaksakan naik tanpa konfirmasi. Jelas ini bukan produk jurnalistik bertanggung jawab.

“Karena setahu saya menulis berita itu setelah mengumpulkan data dan konfirmasi narasumber. Bukan menulis dulu baru konfirmasi. Acaranya juga vaksinasi. Menyajikan berita seharusnya informatif, edukatif dan inspiratif. Agar publik berkenan mengikuti anjuran baik pemerintah. Ini kok malah menulis framing segerombolan wartawan ambil semako milik orang lain. Kan gak nyambung,’’ tambah Mila.

Atas keberatan Mila Karmila dan Lucky Suryani, Pemimpin Redaksi wartakota.tribunnews.com Domu D. Ambarita (News Vice Director Tribun Network/Editor in Chief Warta Kota) telah menyampaikan maaf kepada keduanya secara live melalui aplikasi metting zoom sebagai klarifikasi, difasilitasi Komisi Bidang Pengaduan Dewan Pers pada 2 September 2021.

Berita ini merupakan Hak Jawab yang wajib diberikan wartakota.tribunnews.com sebagai penyelesaian atas kesalahan pemberitaan yang menyebabkan nama baik keduanya merasa tercoreng.

Pemberitaan sebelumnya ada dalam link berikut ini: 

https://wartakota.tribunnews.com/2021/07/24/mengaku-wartawan-segerombolan-orang-ambil-sembako-untuk-peserta-vaksinasi-di-kampus-ibnu-chaldun

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved