Breaking News:

Merespon Jatuhnya Harga Beberapa Komoditas, Petani dan Ulama Gelar Doa Bersama

Terdapat 65 titik Majelis Dzikir Al Tsawab yang tersebar di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur sampai Nusa Tenggara Barat.

Editor: Ichwan Chasani
Dok. Humas Pemprov Jateng
Petani tembakau di Desa Campurejo, Tretep, Temanggung menggelar istighosah untuk keselamatan bangsa dan kesejahteraan petani, Minggu (19/9/2021). 

"Di Jateng sudah ada sekitar 65 titik, dan 10 titik ada di Jatim, Jabar dan NTB. Ke depan akan terus bertambah," ungkapnya.

Majlis Dzikir Ats-Tsawab, paparnya. diharapkan jadi embrionya ikatan majlis dzikir se-Indonesia. Sebagaimana dikatakan kiai Ahmad Haris, Kiai Muhammadun juga mengatakan Majelis Dzikir Al Tsawab ini hadir untuk mendoakan dan memberi dukungan secara spiritual kepada masyarakat yang tengah mengalami problematika. Untuk edisi kali ini, para kiai dan santri merasa gelisah dengan kondisi dunia pertanian Tanah Air.

"Tujuannya adalah bersatu padu, saling jaga dan saling bantu membantu dalam hal hablum minallah dan hablum minannas. Shalih untuk diri sendiri dan mushlih untuk orang lain. Bersinergi dalam menjaga paham ahlussunnah wal jamaah. Syukur dapat meluas manfaat dalam hal pendidikan dan ekonomi," tuturnya.

Jika pertanian bisa terurus dengan baik, lanjut Kiai Muhammadun, sangat terbuka kemungkinan untuk jadi salah satu pilar perekonomian bangsa.

Dia juga mengungkapkan kebanggaannya atas capaian dunia pertanian di Jawa Tengah yang berhasil jadi eksportir hasil pertanian di Tanah Air.

Sementara itu, salah seorang petani Desa Bandungsari, Suyatman merasa bersyukur bahwa hasil panen kali ini sangat maksimal.

Produksi jagung dapat terjual dengan harga Rp5.300 per kilogram. Hasil tersebut menurutnya tidak terlepas dari dukungan banyak pihak dari pemerintah yang mendukung sarapa prasarana sampai dukungan para kiai yang mensupport secara spiritual.

"Kali ini panen jagung, hasilnya bagus dan maksimal. Alhamdulillah pemerintah perhatian, karena pupuk mudah dan lancar. Hanya saja kami usul kalau bisa dibuatkan mesin sedot air untuk pengairan," tandasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved