PPKM

Anak Usia di Bawah 12 Tahun Diizinkan Masuk Mal, Wagub DKI : Tempat Terbaik Tetap Di rumah

Dengan adanya uji coba pembukaan pusat perbelanjaan/mal bagi anak-anak di bawah 12 tahun artinya DKI Jakarta kondisinya semakin baik.

Wartakotalive.com/Yolanda Putri Dewanti
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balaikota DKI, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (20/09/21) malam. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR -- Pemerintah melakukan penyesuaian aktivitas masyarakat dalam ketentuan terbaru PPKM yang berlaku hingga dua pekan depan.

Salah satunya adalah uji coba pembukaan pusat perbelanjaan atau mal bagi anak-anak di bawah 12 tahun.

"Akan dilakukan uji coba pembukaan pusat perbelanjaan mal bagi anak-anak di bawah usia kurang dari usia 12 tahun dengan pengawasan dan pendampingan orang tua," ujar Luhut dalam keterangan pers, Senin (20/9/2021).

Video: Tak Terpengaruh Ganjil Genap, Pengunjung Taman Impian Jaya Ancol Sudah 15 Persen dari Kapasitas

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, dengan adanya uji coba pembukaan pusat perbelanjaan/mal bagi anak-anak di bawah 12 tahun artinya DKI Jakarta kondisinya semakin baik.

"Ya, Alhamdulillah berarti itu tandanya Jakarta semakin baik, semakin aman, Covid-nya semakin turun," ucap Ariza di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (20/09/21) malam.

Kendati demikian, meski terdapat pelonggaran Ariza mengimbau agar para orangtua tetap bertanggung jawab dan tetap mengawasi anak-anak.

Baca juga: Rawan Kerumunan, Kawasan Danau Sunter Jadi Target Utama Pengawasan PPKM

Baca juga: Wagub DKI Ahmad Riza Patria Minta Warga Ibu Kota Batasi Aktivitas di Luar Rumah Selama PPKM Level 3

"Tentu harus tanggungjawab orangtua tetap harus menjaga ya," tambahnya.

Kata Ariza, namun tetap saja tempat terbaik bagi anak-anak maupun orangtua yakni di rumah.

"Sedapat mungkin sekali lagi tempat yang terbaik apalagi bagi anak-anak dan orangtua adalah di rumah semuanya," jelasnya.

Tak hanya itu, namun Ariza tetap berharap bila tidak ada keperluan yang mendesak diimbau agar masyarakat tetap di rumah agar mencegah potensi peningkatan kasus Covid-19.

Baca juga: Masuk PPKM Level 1, Sandiaga Uno Optimistis Sektor Parekraf Berkembang Pesat di Surabaya

"Jadi kami minta tetap di rumah, justru di masa pelonggaran ini potensi orang keluar rumah meningkat, potensi kerumunan meningkat, pada akhirnya potensi interaksi dapat meningkat dan pada akhirnya potensi orang tertular juga bisa meningkat," ucapnya.

"Justru saat-saat sekarang harus lebih ketat disiplin diri, hindari kerumunan, berada di rumah tempat terbaik," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan update data terbaru, angka kesembuhan meningkat 95,1 persen dan bed occupancy ratio (BOR) turun di 9 persen.

Untuk masyarakat yang telah mendapatkan vaksin dosis pertama sebanyak 10.232.364.

Baca juga: Gubernur DKI Anies Minta Warga Jakarta Tetap Waspada dan Disiplin Jalani Prokes Selama PPKM Level 3

Untuk dosis kedua sebanyak 7.407.335. Sehingga jumlahnya masyarakat yang telah mendapatkan dosis pertama dan kedua menjadi 17.639.699 dosis

"Update hari ini positifnya 155. Angka kesembuhannya meningkat 95,1 persen, tempat tidur turun di 9 persen. ICU turun di 20 persen," ucapya. (m27)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved